Massa AMPB Pamin Pulang, “Emak Ojol merasa Diberaki”
Jakarta- www.bakinonline.com
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026) lalu dengan membawa dua tuntutan, yakni mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan menuntut penerapan hukuman mati bagi para koruptor.
Massa AMPB Pamin Pulang, “Emak Ojol merasa Diberaki”Koordinator AMPB Supriyono alias “Botok” diterima dan diperbolehkan masuk ke Gedung DPR RI bersama 13 orang warga Pati lain sekitar pukul 10.00 WIB.
Mereka diterima oleh tiga Wakil Ketua DPR RI yakni Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa serta Cucun Ahmad Syamsurijal dan juga dihadiri oleh Andre Rosiade selaku Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.
Dalam pertemuan tersebut, pimpinan DPR berjanji bahwa RUU Perampasan Aset akan disahkan paling lambat 15 Desember 2026 nanti. Dan apabila pada waktu yang dijanjikan tidak disahkan. Maka pimpinan DPR siap mundur dari jabatan.
Setelah menandatangan komitmen, mereka keluar gedung DPR RI untuk memberikan orasi di atas mobil komando kepada para masa pendemo lainnya yang ikut mengawal selama di Jakarta.
Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB.mereka massa dari AMPB resmi membubarkan diri dan membongkar tenda posko yang dipasang di depan Gedung DPR RI untuk menuju ke bus yang membawa mereka ke Jakarta.
Yang kemudian muncul rombongan driver ojoln salah satu dari mereka ada ‘Emak Ojol’ yang mengeluarkan ucapan provokatif, ia juga menuding AMPB telah menerima amplop di dalam gedung DPR RI sehingga membubarkan diri, ‘Emak Ojol pun merasa diberaki’.
Menanggapai tuduhan tersebut, Botok menceritakan situasi demo tidak kondusif setelah perwakilan AMPB keluar dari gedung DPR RI, Botok dan rekan lainnya khawatir warga Pati akan dijebak dan dijadikan kambing hitam jika terjadi kerusuhan.
“Mobil komando pasukan dari Pati tarik mundur karena tahu banyak penyusup, banyak jebakan agar warga Pati terjebak dalam keributan, agar terjadi chaos dan nama Pati menjadi jelek, agar teman-teman Pati banyak yang ditangkap polisi termasuk Botok, kalau kita masuk perangkap,” ungkapnya, saat di Pati, sehari setelah demo di jakarta.
(nur/jurn.bkn/k)













