Reuni SMP Negeri 1 Temanggung “K-77” Genap 49 Tahun
Temanggung- www.bakinonline.com
Reuni Alumnus SMP Negeri 1 angkatan tahun 1977 (K-77) digelar di lokasi The Moby Park, perbatasan Kabupaten Temanggung- Wonosobo berada di antara gunung Sumbing dan gunung Sindoro, Jawa Tengah, Rabu-Kamis 8-9 September 2026.
Reuni kali ini mengambil tema “Beda Rasa, Beda Cerita, Tetap Satu Jiwa” dimaknai sebagai suatu kebesamaan sesama almumnus SMP Negeri 1 Temanggung, terlepas dari perbedaan status sosialnya. Namun, semua berangkat dari tempat dan wadah yang sama saat menimba ilmu di bangku sekolah tingkat menengah pertama.
Para peserta yang rata-rata berusia diatas 65 tahun tentu saja bukan usia yang muda lagi, Namun, suasana keakraban yang membuat semua terasa kembali muda ba’ anak Sekolah Menegah Pertama (SMP) yang sedang mengadakan kegiatan bersama.
Nampak sekali mereka bahagia dan ceria, melupakan sementara semua beban hidup masing-masing yang mungkin mereka alami di saat situasi seperti ini.
Sudarjono (Darjono) menilai, acara ini telah tersusun apik yang dipandu oleh Witarso Saptoputro dengan nama panggung “Ook” sehingga semua yang hadir dapat mengikuti dengan rasa penuh keakraban dan persaudaraan tanpa batas dengan penampilan dan
masing-masing yang tentu saja berbeda. Mereka nampak masih seperti dulu dan tidak ada berbedaan yang berarti dengan sifat yang lucu, setengah lucu, ada pula yang serius atau pendiam tapi berusaha untuk sedikit lucu membuat acara reuni semakin semarak. Namun semuanya tetap terukur.
Selain itu. Riyanto Nitiardjuno yang akrab dipanggil Niti menyampaikan, Alumnus SMP Negeri 1 yang lulus 49 tahun lalu kompak berkumpul temu kangen di sebuah kawasan Glamping di lereng Gunung Sindoro, Wonosobo, tanggal 8-9 September, sekitar 29 orang berasal dari berbagai kota seperti Jogyakarta, Semarang, Klaten, Purworejo, Banjarnegara, Bekasi, Jakarta, Temanggung dan juga dari Bandung, memberikan rasa bangga dan berterimakasih karena telah meluangkan waktunya untuk hadir di acara reuni ini.
Kawasan Glamping ini berada di ketinggian sekitar 1.500 MDPL, dikelilingi dua gunung besar, Sumbing – Sindoro dan, berada di lereng dua gunung Kembang dan gunung Cilik yang tak jauh dari area acara reuni. Glamping. Tentu saja beberapa alumnus yang sejak SMP telah akrab dengan pelbagai organisasi Pecinta Alam tidak membuang kesempatan emasnya, mereka hangatkan badan dan manjakan mata mereka dengan meniti jalan setapak untuk mendaki menuju puncak Gunung Cilik, dengan disuguhan panorama alam nan elok eksotik di sepanjang mata memandang.
Hangatnya sebuah reuni, dapat menguak-mengurai kembali berbagai kenangan masa kecil 49 tahun lalu. Nyaris tidak ada obrolan serius kecuali gelak tawa mensyukuri nikmat Tuhan yang telah diterimanya. Berbagai makanan dan cemilan khas dari daerah masing-masing menambah nikmat ketika mendampingi jamuan temu kangen dengan obrolan yang kadang sedikit ngantur nalor ngidul, he he he…
“Seluruh peserta reuni menyatakan puas, karenanya memberikan apresiasi setinggi-tingginya dengan acungan jempol keberhasilan kepada segenap panitia,” pungkas Niti.
Eko Budi Hartono Ketua Panitia yang akrab dipanggil pak ‘Cam…’ mengaku, keinginan berkumpul demi ngobrol bareng, cerita sejuta kenangan masa lalu ini sudah menjadi keinginan bersama dan harapan seluruh teman-teman. Memang, beberapa alumnusnya ada yang sudah wafat. Namun, tidak mengurangi rasa hormatnya, persahabatan dan persaudaraan yang telah terjalin tetap mereka suburkan secara bersama-sama.
Dalam kesempatan itu, Darjono yang hobynya naik gunung, ingin bernostalgia untuk melakukan pendakian gunung Sumbing dan Sindoro, tapi pendakian kali ini ke gunung Cilik yang berlokasi tak jauh dari area reuni sekitar 10 km pulang pergi atau sekitar 5 Km sampai ke puncak gungng Cilik. ditemani oleh Satrio Endro Basuki (Endro) berserta istri, Didik Klistyo B (Didik) dan Zuhcriyah (Yayak).
“ya, saya sempatkan untuk pendakian gunung Cilik dengan melalui rute lama yang terjal dan menantang, turunnya melalui rute baru yang sedikit landai,” uangkapnya.
Sesampainya di puncak gunung Cilik, kami dimanjakan dengan pemandangan panorama spektakuler, nampak hamparan tanaman teh ba’ permadani hijau yang menakjubkan.
“Rasa syukur selalu kami panjatkan kepada ‘Sang Khalik, Sang pencipta alam semesta’ yang telah memberikan keindahan dan keseruan eksplorasi alam yang memikat, wajib bagi kita untuk menjaga dan memanfaatkan alam dengan memperhatikan keseimbangan agar tidak menimbulkan bencana dikemudian hari,” tuturnya.
Darjono pun mengingatkan, tahun 2027 merupakan ‘Reuni Emas’ genap 50 tahun Alumnus SMP Negeri 1 Temanggung angkatan 1977 – 2027.
“Diharapkan semua Alumnus yang masih diberikan umur panjang dan sehat dapat hadir di acara ‘Reuni Emas-2027’ yang rencananya akan digelar di Almamater SMP Negeri 1 Temanggung, Jl. Kartini,” pungkas Darjono.
(jons/red.bkn/d)













