Misi Kemanusiaan Internasional Asal Indonesia Ditangkap Tentara Israel
Sudarjono, Bela Negara Indonesia
Nasional- www.bakononline.com
Perang di Timur Tengah yang diawalia penyerangan Iran oleh militer Amerika Serilat (AS) dan Esrael erus memanas dan meluas menjadi konfrontasi regional langsung antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran serta proksinya seperti Hizbullah dan Houthi. Eskalasi ini memicu pengerahan militer masif, seperti pengiriman ribuan ton amunisi AS ke Israel dan penjagaan Selat Hormuz, serta memicu krisis minyak global.
Sudarjono (Darjono) Bela Negara Indonesia, turut serta dalam menjaga kedaulatan Negara Indonesia. Mengecam keras tindakan tentara zionis Israel dengan mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) ini.
“Kami mengecam keras tindakan Israel yang telah menanggkap beberapa WNI dan sejumlah delegasi Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan termasuk sejumlah jurnalis yang dilakukan oleh tentara zionis Israel
Untuk itu Darjono mendesak pemerintah hadir untuk melindungi warga negara Indonesia (WNI) yang dikabarkan ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan untuk Gaza.
Terkait insiden ini. Negara harus hadir dan bertanggung jawab penuh untuk memberikan perlindungan hukum serta keselamatan bagi setiap warga negaranya di mana pun mereka berada.
“Negara harus beranggungjawab ketika warganya yang membawa bantuan kemanusiaan justru menghadapi tindakan represif dari tentara Israel,” ungkap Darjono.
Apa yang dilakukan oleh tentara Israel bukan hanya persoalan diplomatik, tetapi juga menyangkut prinsip kemanusiaan dan pelanggaran terhadap hukum internasional.
Darjono pun meminta, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan seluruh misi diplomasi internasional bergerak cepat untuk memastikan kondisi para WNI yang ditangkap tetap selamat dan segera mendapatkan pembebasan.
“Keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia untuk segera mendapatkan kebebasan kembali,” tandasnya.
Sebelumnya diketahui. Sejumlah delegasi Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla diintersepsi oleh tentara zionis Israel saat sedang berlayar di laut lepas Mediterania menuju Gaza, Palestina. Warga negara Indonesia yang ditahan berprofesi sebagai jurnalis serta aktivis kemanusiaan. Data Global Sumud Flotilla per Senin, 18 Mei 2026 pukul 21.20.
Sedikitnya ada lima WNI yang kapalnya sudah diintersepsi tentara Israel. Di Kapal Bolarize, jurnalis Republika Bambang Noroyono bersama dua warga Malaysia berstatus telah ditahan militer Israel.
Ada tiga WNI yang diculik tentara Israel dalam perjalanan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina. Mereka di antaranya jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro.
Selain itu, satu WNI, Andi Angga juga telah diculik tentara Israel dalam pelayaran misi Global Sumud Flotilla ini. Andi Angga, seorang aktivis kemanusiaan berangkat bersama rombongan lain di kapal Josef.
Ada pula dua WNI yang kapalnya masih berlayar per Senin malam ini. Keduanya ialah Asad Aras dan Hendro Prasetyo dengan kapal Kasri Sadabad. Di kapal lain, Zefiro, dua WNI juga masih berlayar di perairan Mediterania. Mereka ialah Herman Budianto dan Ronggo Wirsanu.
(sarah/red.bkn/d)













