Kadang Temanggungan Gelar Silaturahmi “Tanpa Judul”
Bandung – www.bakinonline.com
Para perantau warga Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah yang tersebar di wilayah Bandung Raya dan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jagotabek), membetuk jaringan (wadah) tali silaturahmi dengan nama “Kadang Temanggungan” yang dimaknai sebagai persaudaraan, sanak saudara atau kerabat warga yang berasal dari Temanggung, (Persaudaraan tanpa batas).

Selain bertujuan untuk mengadu nasib di rantau, mereka (warga Temanggung) juga selalu menjalin komunikasi dan silaturahmi antar sesame teman seperantauan dan mempunyai jatidiri yang tinggi sebagai warga Temanggung. Warga Temanggung di perantauan selalu dapat beradabtasi dengan lingkungan dimana mereka tinggal, dengan samboyan “Tanah Kelahiranku Temanggung, Kampung Halamanku ya Disini” di tempat saya tinggal saat ini.
Hal itu bisa kita lihat dari kiprah “Kadang Temanggungan” yang selalu mengadakan kegiatan dengan menampilkan aneka kesenian/budaya Temanggung, melalui pentas budaya dengan melibatkan komunitas lokal seperti pada acara “Festival Temanggung 2025 di Bandung” yang cukup meriah yang dihadiri oleh Bupati Temanggung Agus Setiawan dengan sapaan akrab kang Agus Gondrong bersama reng-rengannya dan Walikota Bandung Muhammad Farhan atau kang Farhan. Dalam acara tersebut dibarengi juga dengan pameran hasil bumi dan hasil pruduksi UMKM dari Temanggung yang bisa dijual belikan di acara tersebut.
Guna memupuk dan mempererat tali persaudaraan antar warga Temanggung yang berada di Bandung dan yang berada di Jagotabeka. Pada hari Sabtu, 25 April 2026 “Kadang Temanggungan” menggelar acara silaturahmi “Tanpa Judul” pokoe’ ngumpul bareng, bertempat di lantai 6, gedung Graha Pos, jalan Banda, Kota Bandung.
Acara silaturahmi dihadiri oleh warga Temanggung di Kota Bandung (Bandung Raya) dan perwakilan dari Jagotabek, bahkan ada perwakilan dari Paguyuban Jawa Tengah (PJT) melu bruk kumpul bareng, yang dimeriahkan dengan hiburan organ tunggal, menampilkan penyanyi lokal warga Temanggung yang hadir secara bergantian untuk menghibur dengan lantunan lagu kesayangan dari masing-masing penyanyinya hehehe…
Semua yang hadir di acara Silaturahmi “Tanpa Judul” dimanjakan dengan aneka makanan seperti sate lontong, bubur sagu, bolu susu, puding coklat, jadah goreng, jajanan pasar, kue basah, mie bakso, nasi empes-empes, gudeg mas yanto, buah-buahan, es jendol dan kopi domah. Semua disediakan dari partisipasi para peserta yang hadir.
Acara ini memberikan kesempatan bagi semua “Kadang Temanggungan” yang saat mudik lebaran di Temanggung tidak sempat bersilaturahmi.
Bagi yang hadir di acara ini dipersilahkan untuk mencari “Judul” sediri. Ada yang berpedapat ini acara “Silaturahmi Kangen-Kangenan” ada juga yang bilang acara “Halal Bil halal” ada pula yang bisik-bisik ini acara “Peringatan Hari Kartini” yang jatuh pada tanggal 21 April, tapi dihadiri kaum Kartini dan Kartono… heheheh….
Sudarjono (Darjono) yang sempat hadir dalam acara ini pun turut berpedapat,
“Mungkin panitia sengaja supaya semua warga yang hadir kreatip mencari judul acara ini sesuai dengan pendapat masing-masing, tapi tidak harus diucapkan,” kelakar Darjono, di beja bundar bersama teman dari Stemba sambal mencicipi semangkok bakso khas Temanggung.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Saudari MC, diteruskan sambutan oleh Sdr. Adi Bangun Wiratmo, dilanjut sambutan Bpk. Djoko Soenarto, kemudian Ketua FIKT Bpk. Didik Prasetyo, dilanjut oleh ketua Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Bpk. Farhan Djunaedi, kemudian dari Tokoh Temanggung salah satu Komisaris BJB dan masih banyak lagi.
Acara nampak sederhana tapi penuh makna yang dihadiri oleh banyak warga Temanggung yang terhimpun dalam wadah “Kadang Temanggungan” acara terus berjalan penuh kegembiraan dan keakraban hingga tak terasa sampailah pada acara do’a untuk keselamatan bersama, tanda acara inti telah selesai. Yang kemudian dilanjutkan dengan makan besama, istirahat dan ramah tamah hingga acara ditutup.
(jons/jurn.bkn/d)













