Kirab Mahkota Binokasih Mempunyai Nilai Filosofis Tinggi
Jawa Barat- www.bakinonline.com
Pengertian Mahkota Binokasih yaitu mahkota emas murni peninggalan Kerajaan Sunda (Pajajaran) seberat 8 kg. Dibuat pada masa Prabu Bunisora Suradipati (1357–1371), Mahkota ini merupakan simbol keberlanjutan kekuasaan, keagungan, dan kasih sayang.
Terkait hal itu Provinsi Jawa Barat, menggelar “Kirab Mahkota Binokasih” pada hari ini Sabtu,16 Mei 2026 yang akan dimulai dari Kiara Arta Park dan Finish di Gedung Satea Bandung
“Kirab Mahkota Binokasih bertujuan untuk melestarikan sejarah dan merepresentasikan perjalanan Mahkota Binokasih, guna menanamkan nilai-nilai kepemimpinan adiluhung, kasih sayang, dan persatuan masyarakat.
Sedangkan arak-arakan Kirab Mahkota Binokasik ini akan mengambil route sebagai berikut : Start Taman Kiara Arta Park- Jalan Jakarta- Jalan Supratman- Jalan Pusdai- dan finish di plataran Gedung Sate. Yang kemudian akan digelar juga “Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda”
Kirap ini dihadirin oleh warga Kota Bandung dan dan sekitarnya serta perwakilan dari Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Seluruh Bupati dan Walikota Sejawa Barat, Forkopim, Anggota DPR berasal Jawa Barat dan Budayawan, Tokoh Masyarakat, dan juga Satuan Damkar Kota Bandung Siaga 1 Personil lengkap bersama Satpol PP, Polwiltabes dan Kodam III SLW di tempat yang telah ditentukan;
Sudarjono (Darjono) pengamat Sosial Budaya, “Secara filosofis, ‘Mahkota Binokasih Sanghyang Pake’ memiliki makna hidup yang sangat kuat. ‘Binokasih’ merupakan kasih saying. nilai dasar yang melahirkan prinsip-prinsip hidup seperti gotong royong, sauyunan. Sedangkan ‘Sanghyang Pake’ di,aknai sebagai simbol kuat terhadap nilai-nilai kepemimpinan yang adil dan bijaksana untuk rakyatnya,” ungkap Darjono.
“Mahkota ini tidak sekadar artefak sejarah, tetapi juga mengandung pesan moral dan spiritual yang mendalam bagi para pemimpin untuk saat ini dan dimasa mendatang,” jelasnya.
“Mahkota Binokasih merupakan saksi bisu keruntuhan sebuah imperium besar dan simbol keberlanjutan identitas budaya Sunda. Mahkota ini membawa beban sejarah yang mendalam, menghubungkan benang merah antara Kerajaan Pajajaran yang legendaris dengan Sumedang Larang,” pungkasnya.
(jons/red.bkn/d)












