Jawa Barat – www.bakinonline.com
Perang merupakan konflik bersenjata antara angkatan bersenjata negara, atau dapat juga antara angkatan bersenjata pemerintah dengan kelompok bersenjata yang terorganisir di suatu wilayah di belahan bumi.
Sudarjono (Darjono) pengamat ekonomi. Perang Israel-AS melawan Iran yang berkepanjangan akan berdampak signifikan bagi negara-negara di dunia, termasuk bagi negara Indonesia, terutama terjadinya gejolak kenaikan harga energi dan barang (inflasi), berpotensi menaikkan harga BBM, mengganggu rantai pasok impor bahan baku, serta melemahkan rupiah dan perekonomian jangka menengah dan panjang.
Sektor bisnis akan terancam beban biaya tambahan, sementara pemerintah akan menambah subsidi energi untuk menjaga daya beli dan kestabilan perekonomian masyarakat
Darjono berpendapat apa bila perang Islrael-As dan Iran di Timur Tengah berkepanjangan akan dapat membuat perekonomian parah.
“Bila perang Israel-AS dan Iran terus berkepanjangan, maka dapat membuat perekonomian lebih buruk yang kemungkinan akan lebih parah dari masa Covid-19,” paparnya, saat di Novena Hotel Bandung.
Lebih lanjut, Darjono meminta pemerintah Indonesia harus segera menyiapkan skenario fiskal dengan mengevaluasi program-program yang menelan anggaran besar untuk dikaji ulang untuk manfaat yang lebih besar harus memprolitaskan perekonomian dan kesejahteraan rakyat jangka panjang.
“Pemerintah harus segera mengkaji dan mengevaluasi program-program yang menelan biaya besar, untuk lebih efiensi anggaran dengan program yang menunjang kestabilan ekonomi dan kesejahteraan jangka menengah dan panjang,” ungkapnya, (04/04/2026)
Selain, menurut Darjono perang di Timur Tengah akan berdampak signifikan terutama melalui lonjakan harga energi dan pangan akibat gangguan logistik, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga ber isiko inflasi. Sedangkan dampak lainnya meliputi gangguan ekspor-impor, ancaman PHK yang terus bertambah, minimnya lapangan pekerjaan, penundaan ibadah umrah-ibadah haji dan sektor keamanan yang harus tetap dijaga agar perekonomian Indonesia tetap stabil dan situasi tetap kondosif.
(sarh/red.bkn/d)













