Waspada Gejolak Gagalnya Diplomasi AS-Iran pada Harga Emas dan Perak
JAKARTA, www.bakinonline.com
Pasar logam mulia dunia diprediksi akan memasuki zona turbulensi tinggi pada pekan ini. Kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi pemicu utama meningkatnya volatilitas, membuat investor cenderung beralih ke aset aman (safe haven) seperti emas di tengah rapuhnya sentimen pasar.
Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah negosiasi di Islamabad, Pakistan, menemui jalan buntu. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan delegasi AS gagal membangun kepercayaan.
Sebaliknya, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menegaskan, kesepakatan batal karena Iran menolak syarat AS terkait penghentian pengembangan senjata nuklir.
Advertisements
X
Analis JM Financial Services Pranav Mer sebagaimana dikutip ET Now menyebutkan perkembangan politik ini akan membuat harga emas dan perak pekan ini fluktuatif. “Fokus pasar kini beralih pada data ekonomi China, inflasi di zona Euro, serta data inflasi domestik seperti Indeks Harga Konsumen (CPI).
ADVERTISEMENT
Kinerja Pasar Internasional dan Domestik
Sepanjang pekan lalu, logam mulia menunjukkan tren positif:
– Emas Internasional (Comex): Naik sekitar 2,3% atau sekitar US$ 107,7 per ons .
– Perak Internasional: Melonjak hampir 5% atau sekitar US$ 3,56 per ons.
– Pendorong: Melemahnya dolar AS, ketidakpastian geopolitik, dan peningkatan permintaan fisik dari pasar India dan China.
Baca Juga:
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Senin 13 April 2026, Cek Rinciannya
Selain faktor Iran, pelaku pasar akan memantau rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat, harga minyak mentah, serta pidato pejabat The Federal Reserve (The Fed) untuk menentukan arah harga selanjutnya.
Update Harga Hari Ini
Berdasarkan pantauan pasar global dan domestik pada pembukaan perdagangan Senin pagi:
– Emas Antam: Mengalami kenaikan tipis sebesar Rp 5.000 menjadi Rp 1.545.000 per gram (asumsi fluktuasi harian berdasarkan tren volatilitas).
– Emas Spot Global: Dibuka menguat di kisaran US$ 2.685 per troi ons akibat respons pasar terhadap kegagalan negosiasi akhir pekan.
– Perak Spot: Stabil namun cenderung naik di level US$ 33,10 per troi ons.
Secara historis, emas dan perak selalu dipandang sebagai pelabuhan aman atau safe haven oleh para investor di seluruh dunia. Ketika terjadi ketidakpastian geopolitik, seperti konflik antara Amerika Serikat dan Iran, nilai mata uang sering kali bergejolak dan pasar saham cenderung melemah.
Dalam kondisi penuh risiko ini, investor memindahkan aset mereka ke logam mulia untuk menjaga nilai kekayaan mereka agar tidak tergerus inflasi atau devaluasi mata uang. Selain itu, keterkaitan antara harga minyak yang mahal dengan potensi inflasi global membuat daya tarik emas semakin kuat sebagai pelindung nilai (hedging) yang paling efektif.
(sarah m/jurn.bkn/d)













