Teguran Bagi Miftah Imbas dari Mengolok-olok Pedagang Es Teh
Jawa Tengah – www.bakinonline.com
Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) adalah sosok yang menjabat sebagai utusan khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, kini menjadi sorotan karena menunjukan sikap yang dianggap kurang terpuji saat berceramah dihadapan jemaahnya.
Pasalnya Gus Miftah mengolok seorang pedagang es teh di dalam sebuah kegiatannya, di dalam video yang beredar, Miftah melontarkan kata-kata tak pantas kepada seorang pedagang es teh yang berjualan di hadapan para hadirin acara ceramahnya.
“Es tehmu isih akeh (masih banyak)? Ya, sana jual goblok. Jual dulu, nanti kalau belum laku, ya sudah, takdir,” ucap Miftah.
Dari ucapannya itu, Miftah menuai kecaman dari berbagai pihak akibat perilakunya yang dianggap kurang terpuji itu.
Diketahui, Miftah Maulana Habiburrahman lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981, ia dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Ora Aji, di Sleman, Yogyakarta, Miftah memadukan pendekatan modern dan santai dalam menyampaikan ajaran agama. Hal ini menjadikannya ia populer, khususnya di kalangan generasi muda.
Miftah tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kental dengan tradisi pesantren. Ia adalah keturunan Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo. Namun, meski berasal dari keluarga pesantren, Miftah memilih jalur dakwah yang berbeda dari kebanyakan ulama.
Pendekatannya menggunakan bahasa sederhana dan disampaikan dengan humor serta dekat dengan kehidupan sehari-hari. salah satu momen yang membuat namanya semakin dikenal publik adalah ketika ia menggelar acara shalawat di sebuah klub malam di Bali pada tahun 2018.
Pondok Pesantren Ora Aji yang dipimpinnya tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang diakui oleh masyarakat, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Selain berdakwah, Miftah juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kerap memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Gaya dakwah Miftah itulah yang membuatnya tenar melalui dunia maya. Popularitasnya tidak hanya berasal dari dakwahnya di dunia nyata, tetapi juga melalui platform digital. Kanal YouTube pribadinya, Gus Miftah Official miliknya.
Terkait kejadian Gus Miftah olok-olok pedagang es teh, ia pun ditegur oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya. Miftah mengatakan, Mayor Teddy memintanya untuk lebih berhati-hati saat berbicara di hadapan masayrakat umum.
“Saya juga sudah ditegur oleh Bapak Seskab yang hari ini berada di Kupang untuk lebih berhati-hati menyampaikan pendapat dan pidato di depan masyarakat umum,” kata Miftah, dikutip dari YouTube KH Infotainment, Rabu (4/12/2024).
Miftah juga mengaku akan introspeksi diri setelah perkataannya yang menghina pedagang es teh yang viral di media sosial dan menuai kritik dari warganet.
“Saya juga meminta maaf pada masyarakat atas kegaduhan ini, yang merasa terganggu dengan candaan saya, yang dinilai oleh masyarakat mungkin berlebihan, untuk itu saya minta maaf,” ungkap Miftah.
(rani/jurn.bkn/h)
Mang Komment, “Berdakwah adalah suatu proses mengajak, menyeru dan membimbing umat manusia untuk berbuat kebaikan sesuai petunjuk Allah dan rasul-Nya. Berdakwah hendaklah memberikan sikap yang bijak dan sebagai panutan bagi umatnya,” katanya.
“Berdakwah dari zaman kenabian hingga saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dakwah dapat diartikan suatu proses upaya mengubah situasi tertentu kepada situasi yang lebih baik, sesuai ajaran Islam untuk mengajak manusia ke jalan Allah,” pungkas mang Komment.