• Kontak
  • Tentang Kami
  • Beriklan di Bakin Online
Bakin Online
Advertisement
  • Home
  • Opini
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum & Ham
  • Pariwisata
  • Sosial Budaya
  • Properti
  • Sekilas Info
  • Staf Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Opini
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum & Ham
  • Pariwisata
  • Sosial Budaya
  • Properti
  • Sekilas Info
  • Staf Redaksi
No Result
View All Result
Bakin Online
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Slank, Siapa Dibalik Topeng “Republik Fufufafa”

Bakin Pusat by Bakin Pusat
January 8, 2026
in Sosial Budaya
0
Slank, Siapa Dibalik Topeng “Republik Fufufafa”

Slank, Siapa Dibalik Topeng “Republik Fufufafa”

Slank, Siapa Dibalik Topeng “Republik Fufufafa”

(Sudarjono, pengamat social budaya)

Bandung – www.bakinonline.com

Heboh, Kritik sosial yang dinyanyikan grup band rock legendaris Indonesia Slank, berjudul “Republik Fufufafa” menggambarkan sistem pemerintahan yang berjalan tidak normal, yang di dalmnya ada rekam jejak bermasalah besar yang disempunyikan. Namun, nampak jelas.

Lagu “Republik Fufufa” merupakan sindiran negara yang kacau balau, stunting, kurang gizi, dan perilaku para pejabat yang tidak semestinya.

Lagu itu diketahui, dirilis saat peringatan 42 tahun Slank dengan menggelar konser amal bertajuk “Hey 42th Slank” untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.

Slank mengkritik hutang yang menumpuk terkait proyek Whoosh, selain itu dalam terminologi digital Fufufafa identik dengan jejak digital yang penuh kontroversi dan metirius, yang hingga saat ini masih bersembunyi dibalik kekuasaannya.

Pemerintahan ‘Prabowo Subianto’ seperti tersandra, pasang badan, dan harus membenahi sisa pesta kebijakan ugal-ugalan masa lalu yang tidak sepenuhnya dinikmati.

“Republik Fufufafa” juga memuat pesan tentang kewaspadaan, yang menggambarkan ada musang berbulu domba yang sedang bersiap untuk naik panggung.

Diketahui sebelumnya, Slank adalah salah satu mesin politik Jokowi. sangat popular dengan simbul ‘salam dua jari’.

Sudarjono (Darjono), pengamat sosial budaya menilai, kritik sosial dari Slank itu menggambarkan bayang-bayang politik pencitraan dan manipulasi informasi pemerintah sebelumnya yang  selalu menghantuinya.

“Kritik sosial Slank dengan ‘Republik Fufufafa’ sepatutnya membuat ‘orang kuat nomor dua’ dan ‘mantan orang kuat nomor satu’ itu merasa malu dan tau diri. Rakyat sudah muak dengan semua permainannya yang dianggap kotor dan mencederai rakyat,” ucap Darjono.

“Siapa yang bersembunyi dibalik ‘Topeng Republik Fufufafa’ yang sebenarnya..?”  tanya Darjono

“Revolusi mental yang disuarakan Slank saat itu, telah banyak melahirkan aparatur yang bermental korup dan tak beretika. Sudah saatnya disuarakan  ‘Revolusi  ahklak’ agar tercipta aparatur pemerintahan dan lembaga di negera ‘Republik Indonesia’ ini beraklak mulia, beretika dan bermoral,” pungkasnya.

(nanjaya/jurn.bkn/d)

Previous Post

Mang Komment. “UGM Janganlah Masuk Ke Permainan Politik”

Bakin Pusat

Bakin Pusat

Please login to join discussion
Bakin Online

Berita Aktual Investigasi Nasional – KANTOR HUKUM MEDIA BAKIN

PT. Bangun Kreasi Indonesia
Jl. Soekarno Hatta no. 636 Bandung – Jawa Barat

Kategori Berita

  • Ekonomi
  • Hukum & Ham
  • Lain Lain
  • Opini
  • Pariwisata
  • Politik
  • Properti
  • Sekilas Info
  • Sosial Budaya

© 2021 Bakin Online - Berita Aktual Investigasi Nasional - KANTOR HUKUM MEDIA BAKIN

No Result
View All Result
  • Home
  • Opini
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum & Ham
  • Pariwisata
  • Sosial Budaya
  • Properti
  • Sekilas Info
  • Staf Redaksi

© 2021 Bakin Online - Berita Aktual Investigasi Nasional - KANTOR HUKUM MEDIA BAKIN