Mang Komment. “UGM Janganlah Masuk Ke Permainan Politik”
Indonesia, www.bakinonline.com
Terus berkilah, Rektor UGM Prof Ova Emilia selalu memberi penjelasan formal soal keaslian ijazah mantan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Namun, rakyat sudah kadung tidak percaya dengan pernyataannya.
Ulasan mang Komment, Rektor UGM Ova Emilia sepertinya sudah terpapar ‘virus error ijazah’ yang menggemparkan masyarakat setelah virus covide-19 beberapa tahan yang lalu.
Dunia pendidikan, KPU, aparat penegak hukum dan sebagaian masyarakat sepertinya sudah terpengaruh oleh virus error ijazah yang bisa membuat orang menjadi pembohong, penakut, linglung, ruwet dan ‘gagal nalar,’ hanya untuk menentukan selembar ijazah: asli, palsu atau aspal…?
Nampak ada upaya ‘virus error ijazah’ tersebut diseret dan akan dibawa masuk ke ranah politik, dengan menebar isu, ‘ada orang besar dibelakang kasus ijazah Jokowi’ pernyataan itu pun dinilai tidak berdasar.
Mang Komment berpendapat, “Jangan-jangan orang besar yang dimaksud itu adalah orang yang menebar isu tersebut..?,” terawangnya.
Sepertinya kasus ijazah Jokowi ini sengaja akan dibuat drama berseri untuk menutupi kasus-kasus yang lebih besar.
Jokowo dinilai bukan seorang negarawan, yang rela membiarkan rakyatnya terus bertengkar meributkan ijazah miliknya yang diyakini asli, Namun, tidak berani untuk menunjukan.
Dalam hal ini, UGM telah merelakan diri sebagai bemper dan mengorbankan diri sebagi tumbal untuk menyelamatkan muka Jokowi, dengan mendalilkan undang-undang yang seharusnya bukan untuk menutupi suatu kejahatan pemalsuan dokumen.
“UGM dituntut untuk kembali kejalan yang benar sebagai universitas tertua dan ternama yang ‘mengakar kuat, menjulang tinggi, dan berbuah lebat’ tapi bauh yang berkwalitas tentunya,” harap mang Komment.
Terkait kasus ijazah Jokowi UGM harus kempali kejati diri yang sejati.
“UGM sebagai universitas nasional yang berlandaskan Pancasila, dan berorientasi internasional, janagan mengerdilkan diri dan masuk ke politik praktis,” tambahnya.
Penyelesaian kasus ijazah Jokowi. Masyarakat sudah cerdas dan tidak bisa dibohongi dan akan terus mengawal proses persidangan di Pengadilan untuk melihat sosok Jokowi memenuhi janjinya, datang dan menunjukan ijazah yang dianggap masyarakat sangat mesterius itu.
Saat di sidang KIP misalnya, UGM menyatakan ada beberapa dokumen yang tidak bisa dipenuhi dengan alasan tidak dalam penguasaan atau ada di pihak lain. Medeka berpemndapat pun dokumen tersebut adalah informasi yang dikecualikan, mengacu pada Pasal 17 UU No 14 tahun 2008 tentang KIP.
Ketua majelis pun meminta, pernyataan informasi yang dikecualikan harus dilampiri dengan uji konsekuensi. Dalam sidang pihak UGM pun mendapat teguran serta perintah pengulangan ‘uji konsekuensi’
Dalam sidang nampak pihak UGM seakan-akan telah terpapar virus error ijazah Jokowi dan seperti linglung, ketahutan dan muter-muter dalam penyampaikan keterangannya. Hal serupa dialami pula oleh pihak KPU Surakarta, dalam menyampaikan pernyataan dan jawaban, seperti kebingungan, ketakutan, muter-muter dan ruwet, tidak beranai menyampaikan kejujuran dan kebenaran.
Masyarakat curiga dan mempertanyakan soal bahan kertas ijazah, format tulisan, keaslian logo, stempel, tandatangan dan nama Rektor, watermark dan tahapan pendidikan yang harus dijalankan untuk mendapatkan ijazah dari UGM jurusan/vakultas Teknologi Kayu tersebut..?
(jons/jurn.bkn/d)


