intelligent multimedia diantara “kebutuhan” dan “kepentingan”
bakinonline.com

Oleh : Dede Farhan Aulawi (Pemerhati Intelligent Multimedia)

Nasional – bakinonline.com

Penggunaan media elektronik dengan berbagai fasilitasnya (multimedia) terus mengalami perkembangan yang luar biasa. Tidak sekedar merasuk ke kota – kota besar saja, melainkan sudah sampai di desa – desa. Tentu semuanya memiliki dampak positif dan negatif, apalagi berbagai informasi, gambar atau video yang beredar tidak mengenal strata. Dengan demikian maka multimedia merupakan salah satu faktor dari banyaknya faktor yang memiliki pengaruh paling besar dalam pertumbuhan, perkembangan secara psikologis dan perubahan perilaku di segala usia. Jenis multimedia yang banyak digemari adalah televisi, komputer, internet dan handphone (HP).

Dampak dari membanjirnya ribuan informasi yang setiap hari masuk, menyebabkan pola fikir dan pola sikap dalam komunikasi politik juga berubah karena sangat mengandalkan kehadiran media baru yang berbasis internet, seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, Line Today, dan sebagainya. Kehadiran media – media baru tersebut memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk dalam komunikasi politik. Dengan demikian tidak mengherankan jika saat ini kegiatan komunikasi politik banyak dilakukan melalui medium siber, dengan pertimbangan memiliki dampak yang lebih luas.

Membaca pemetaan kebutuhan riil masyarakat, maka kalangan perguruan tinggi ternama banyak membuka program studi Ilmu Komputasi Multimedia Cerdas (Inteligent Multimedia) yang menggabungkan seni, sains, kecerdasan buatan, ilmu komputer, matematika, dan humaniora. Bidang ini berakar pada AI, logika dan model matematika, komunikasi modern, komputer, dan ilmu manusia. Bidang ini mencakup aspek kognitif seni dan sains media, menjelajahi dasar teknis, kognitif, dan estetika untuk kecerdasan multimedia manusia, aplikasi untuk kecerdasan bisnis, penemuan model, tambang data, dan basis data cerdas, serta TI.

Program studi ini secara umum biasanya mempelajari tentang Creative Multimedia Techniques, AI and Intelligent Multimedia, Basic Intelligent Multimedia Techniques, Agent Computing and Intelligent Multimedia, Intelligent Visual DB and DM, The Applications to Business and E-Commerce, Spatial Heterogeneous Visual Computing, KR and Predictive IM Diagram Models, Business Intelligence, Content Exploration, and Intelligent Interfaces, dan Intelligent Cyberspace Interfaces and WAP Generic Computing.

Kemudian di beberapa institusi ataupun perusahaan dibentuklah tim intelijen multimedianya untuk merespon kebutuhan aktual. Pemenuhan kebutuhan aktual ini juga tentu dipengaruhi oleh kepentingan dalam konteks yang lebih besar. Secara khusus tim ini biasanya ditugaskan untuk membangun aplikasi dan layanan multimedia yang efisien melalui inovasi fundamental dalam algoritme dan teknologi sistem. Termasuk penginderaan konten multimedia cerdas, pemrosesan, analisis, dan masalah skalabilitas umum dari sistem komputasi multimedia. Begitupun dengan analitik video untuk mendukung cloud cerdas dan layanan media edge cerdas.

Sebagai contoh bisa dilihat dari Multimedia Intelligence Group (MIG) di Universitas Tsinghua yang mengembangkan riset pengambilan dan analisis multimedia. Dalam pengambilan multimedia tersebut, mereka fokus pada algoritma pengambilan visual yang melakukan tugas pengambilan multimedia skala besar yang efektif dan efisien, seperti deskriptor visual, pengindeksan multimedia berbasis konten, Ekspansi Kueri, dan sebagainya.

Pada saat yang sama, Artificial Intelligence (AI) telah mengalami gelombang pengembangan “baru” sehingga terjadilah pertemuan yang paling romantis diantara dua bidang tersebut dan menghasilkan kecerdasan multimedia dengan mengeksplorasi pengaruh timbal balik antara multimedia dan Kecerdasan Buatan.

Di sisi lain setiap pimpinan suatu organisasi pasti akan selalu dihadapkan pada proses keharusan untuk mengambil keputusan. Pengambilan keputusan yang baik pastilah tidak mudah, karena harus banyak mempertimbangkan berbagai aspek sehingga pasti memerlukan dukungan informasi, kemampuan analisis, pengalaman, dan kebijakan (wisdom). Dengan demikian maka dibutuhkan sebuah tim yang memiliki kemampuan dalam mengumpulkan data, mengolah, menganalisa, menyajikan informasi untuk disampaikan pada pemegang otoritas yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan tersebut.

Di sinilah peran intelijen multimedia akan sangat dibutuhkan sekali. Mereka harus bisa menangani issue-issue yang kompleks dengan menggunakan dukungan data yang komprehensif dalam pengambilan keputusan. Dukungan datanya meliputi osint (open source intelligence) dari media, dataint (data intelligence) dari data statistik, dan humint (human intelligence) dari laporan lapangan. Instrumen yang dipakai menggunakan perangkat analisis lengkap meliputi analisis statistik, semantik, visualisasi, simulasi dan prediksi.

Tim Intelijen Multimedia biasanya bekerja 24 jam secara real time, otomatis, dengan menggunakan robot cerdas untuk melakukan media monitoring dalam mengumpulkan content media online, cetak, dan TV. Kemudian media analysis memberikan kajian secara lengkap mulai dari timeline, influencers, media, sentiment, comparison, dan penelusuran terhadap detail terhadap obyek pemberitaan. Semua dilakukan oleh software dengan kecerdasan (artificial intelligence) yang bisa belajar mengenali hal-hal baru dan melakukan analisis seperti manusia.

Sistem mengambil dan mengelola miliaran data dari berbagai media online seluruh dunia, media cetak, stasiun televisi, social media Twitter, Facebook, Instagram, Youtube, yang diambil secara otomatis oleh robot. Knowledge Navigator membangun interface ke pengguna dalam bentuk keterkaitan antar entitas yang ada di knowledge repository. Halaman aplikasi untuk penelusuran knowledge repository, merupakan tampilan utama untuk Knowledge Center. Aplikasi ini didesain dengan interface yang mudah untuk dipakai, dengan metode pencarian informasi melalui “search engine” dan penelusuran “knowledge categories”. Dashboard-nya juga biasanya berisi content dan statistic untuk online news, Twitter, TV news, yang akan berisi rangkuman dari seluruh informasi yang ada. Akhirnya aplikasi akan menampilkan dalam bentuk Trending Topics, bisa secara umum ataupun spesifik yang menyangkut satu bahasan atau organisasi tertentu. Setiap saat dapat dilihat urutan issue yang terpenting berdasar kuantitas pembahasan issue tersebut di masyarakat, berdasar metode SNA (Social Network Analysis) dan statistik dari text mining.                    (hst/res.bkn/d)