penyekatan mudik lebaran di jabar ...
bakinonline.com

Jawa Barat – bakinonline.com

Meski pemerintah melarang mudil lebaran, sebagian masyarakat tetap nekat mudik lebaran tahun ini. Dengan kondisi ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan agar warganya menahan diri untuk tidak mudik demi keselamatan bersama.

“Tidak ada mudik, tidak boleh curi-curi mudik sebelum tanggal libur maupun setelah Idul Fitri,” ujar Gubernur yang akrab disapa Kang Emil dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (10/5/2021).

Pemprov Jabar bersama kepolisian dan dinas terkait telah melakukan penyekatan, tidak hanya di jalan besar juga di jalan-jalan kecil atau yang biasa disebut jalan tikus. Menurutnya, penyekatan berlaku bagi siapapun dan tidak ada dispensasi, kecuali tugas negara dan tugas kedinasan lainnya.

“Di luar itu semua, yang niatnya mau bertemu orang tua pada Idul Fitri mohon menahan diri dulu. Agar kita bisa mengendalikan kasus Covid-19 lebih baik,” ujar Kang Emil.

Sementara Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih juga meminta masyarakat Kota Banjar tidak mudik di tahun ini. Menurut Sukaesih, akan tiba waktu yang tepat dan aman untuk berkumpul kembali bersama keluarga.

“Saya yakin akan ada waktu yang tepat kita dapat kembali berkumpul bersama keluarga tanpa adanya kekhawatiran,” ujar Sukaesih.

Sedangkan Bupati Garut Rudy Gunawan menyampaiakan, silaturahmi saat Idul Fitri tetap bisa dilakukan tanpa harus bertemu. Ada medium virtual yang dapat digunakan untuk bertatap muka dan bermaaf-maafan dengan aman.

“Kita tetap bersilaturahmi saling mendoakan dan memaafkan tapi tidak perlu bertemu,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, menyampaiakan tidak mudik merupakan upaya untuk memberikan kebaikan sendiri dan keluarga yang berada di kampung halaman

“Mari kita raih kemenangan di hari yang fitri juga kemenangan melawan pandemi,” ujarnya.

Dekitahui ada sebagian masyarakat yang nekat dan berusaha menerobos penyekatan dengan menggunakan jalan tikus dibeberapa daerah.

(jon/red.bkn/d)