Jakarta, 21 Januari 2019 – Bakinonline.com

Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir mendapat tawaran pembebasan tanpa syarat dari Presiden Jokowi. Ba’asyir tetap bisa bebas meskipun menolak untuk menandatangani pernyataan “setia pada NKRI dan Pancasila.”

Kuasa hukum dari Ba’asyir, Mahendradata menyatakan, ketidak mauan Ba’asyir terbilang wajar. Hal itu karena dalam dokumen yang ditandatangani juga mencantumkan hal lain, seperti misalnya pengakuan Ba’asyir atas kejahatan terlibat dalam aksi terorisme. Padahal, menurut Mahendradata, kliennya tidak pernah terbukti atas semua tuduhan tersebut.

Mahendrata mengatakan. “Mengenai ustaz tidak mau menandantangani kesetiaan terhadap Pancasila itu perlu saya jelaskan, yang ustaz tak mau tandatangani itu satu ikatan dokumen macam-macam. Termasuk yang paling penting adalah berjanji tidak mengakui perbuatan yang pernah dilakukannya. Sampai sekarang juga ustaz tidak mau mengaku sebagai aktor intelektual dan penyandang dana dari latihan militer di Aceh,” tegas Mahendratta di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Sedangkan untuk masalah menolak tanda tangan terhadap poin NKRI dan Pancasila, Mahendrata mengaku, Yusril Ihza Mahendra selaku pengacara Jokowi tidak bisa meyakinkan Ba’asyir.

Berdasar penuturan Mahendratta, Yusril menyatakan, Pancasila dan Islam sama saja. Oleh sebab itu Ba’asyir tetap memilih untuk setia pada Islam dan menolak poin tersebut.

“Kalau Pancasila tidak bertentangan dengan Islam, saya pilih Islam saja kenapa tidak dibuat (sama),” kata Mahendratta menirukan pernyataan Ba’asyir.

Ba’asyir dikabarkan mendapat tawaran pembebasan tanpa syarat dari Yusril atas perintah Jokowi pada hari Jumat (18/1/2019).

Sampai saat ini, “Ba’asyir sampai sekarang masih belum dibebaskan. TPM sendiri sudah menerima penawaran tersebut dan menunggu realisasi dari pihak pemerintah.”    #  Red. Bakin