bakinonline

Bandung, 17 September 2017

Yayasan Guna Harapan Baru Bandung yang didukung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menggelar Seminar dengan tema ‘Stop Kekerasan pada Anak dan Remaja’ bertempat di Aula BPPTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Minggu (17/9/2017).

Seminar ini pun dihadiri Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto dan para tamu undangan yang berprofesi sebagai perawat diseluruh daerah Jawa Barat.

Kak Seto menginginkan semua pihak untuk dapat memperhatikan pendidikan secara baik terhadap anak tanpa ada kekerasan sedikitpun. “Jika prilaku bully anak perlu berani membuat catatan tentang kejadian yang menimpanya, apa yang terjadi dan siapa yang terlibat lalu laporkan kepada fihur otoritas (Guru, Orang tua atau Polisi)”, katanya.

Kak Seto juga menyoroti kekerasan fisik yang terkadang dianggap wajar oleh guru pendidik atau orang tua yang bertindak memberikan kekerasan namun dianggap hal wajar.

Ketua Yayasan Guna Harapan Baru Bandung, Ronalto SH, MH, pun mengatakan kasus kekerasan terhadap anak mesti menjadi perhatian serius masyarakat maupun instansi pemerintah. Dikarenakan kasus kekerasan pada anak dari tahun ke tahun ini menunjukan peningkatan yang signifikan.

“Tahun ini kekerasan malah meningkat, terlihat dari banyaknya kasus tindak kekerasan, penelantaran dan eksploitasi masih saja terus dialami oleh anak anak tunas harapan bangsa dibumi pertiwi ini”, ujarnya.

“Saya berharap dengan adanya seminar Stop Kekerasan pada Anak dan Remaja ini dapat membantu dan menurunkan angka kasus kekerasan yang menjadi sorotan masyarakat kini”, Pungkasnya. (TRC_Bakin Pers)