Jakarta – Bakinonline.com

Ada rencana perubahan pelat nomor kendaraan pribadi (dasar hitam dengan tulisan putih) yang digunakan di Indonesia saat ini, kemungkinan akan diganti dengan warna yang lebih mencolok. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tengah mengkaji perubahan pelat nomor dengan warna yang lebih mencolok.

Menurut Korlantas Polri,  warna hitam putih agak sulit dibaca oleh kamera pengawas (CC TV). Hal itu akan menjadi masalah ketika polisi hendak mengidentifikasi pelanggar lalu lintas. Peraturan tersebut direncanakan akan diberlakukan efektif tahun 2019 mendatang. Namun, sampai saat ini kepolisian masih belum mengumumkan warna plat nomor baru yang akan dipakai.

“Nanti akan ada revisi dari Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor,” ujar Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigadir Jenderal Halim Pagarra.

Kombinasi warna untuk pelat nomor untuk memudahkan identifkasi kamera pengawas sudah diterapkan di beberapa negara. Sebagai contoh, pemerintah Inggris Raya menetapkan peraturan rigid yang menyebut pelat nomor kendaraan harus berwarna putih untuk plat nomor depan dan kuning untuk plat nomor belakang.

Warna kuning dan putih dinilai mudah terbaca oleh sistem Automatic Number Plate Recognition (ANPR). Selain itu, tulisan huruf dan angka mesti diberi pencahayaan agar tetap mudah ditangkap kamera pada malam hari.

Betul adanya pelat nomor kendaraan dengan warna-warna mencolok lebih menarik perhatian dan mudah dibaca. Tapi, bukan berarti pelat warna hitam dengan tulisan putih tidak bisa terbaca oleh kamera pengawas.

Di Malaysia mengidentifikasi nomor kendaraan mobil menggunakan pelat nomor hitam dengan tulisan putih, yaitu template matching dan colour information.

Template matching dilakukan dengan menggunakan program komputer yang dirancang untuk mengenali posisi plat nomor kendaraan dari gambar mobil yang tertangkap kamera pengawas. Setelah bisa dikenali, gambar pelat nomor akan diperbesar sesuai ukuran pixel tertentu agar nomor kendaraan bisa dibaca dengan jelas.

Agar mendapatkan gambar yang lebih jelas, metode colour information dijalankan dengan menggunakan teknik top-hat filtering. Gambar dikonversi ke dalam mode greyscale kemudian warna latar belakang dibuat lebih gelap. Lewat cara tersebut, efek terang dari nomor kendaraan yang berwarna putih akan semakin jelas.

Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat akurasi identifikasi plat nomor kendaraan yang menggunakan dua metode tersebut mencapai 97,1 % dari total 71 percobaan. Dalam kondisi kurang cahaya pun tulisan warna putih di plat nomor kendaraan bisa terbaca.

Melihat dari hasil penelitian tersebut, ada baiknya Korlantas mengkaji ulang rencana penggantian warna pelat nomor kendaraan bermotor di Indonesia. Membuat sistem algoritma untuk mengenali kendaraan dari kamera pengawas rasanya lebih efektif dibandingkan merombak regulasi soal warna plat nomor. Anggaran biaya yang harus dikeluarkan pun lebih efisien ketimbang membuat dan mendistribusikan material pelat nomor baru. (Redaksi Bakin)