Rahmat Effend, Pimpinan Paling Akhir Divaksin ....
bakinonline.com

Bekasi – bakinonline.com

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan seorang pemimpin mestinya masuk dalam kelompok paling akhir yang menerima vaksinasi Covid-19.

Menurut dia, seharusnya yang diutamakan adalah para tenaga kesehatan, pemimpin bisa belakangan.

“Harusnya pemimpin itu belakangan, tidak mementingkan kepentingan, bahwa pemimpin harus divaksin dulu, sementara nakesnya belakangan” kata Rahmat dalam keterangannya, Jumat (8/1/2021) malam.

ia menuturkan, proses vaksinasi yang rencananya akan dimulai serentak pada 13-14 Januari, jangan dilihat dari sudut pandang takut atau tidak takut.

Menurutnya, vaksinasi mestinya dilihat dalam sudut pandang pihak yang paling mementingkan, misalnya para tenaga kesehatan (nakes).

“Yang penting dulu siapa yang berhubungan setiap hari dengan pandemi, berarti tenaga nakes,” katanya.

“Kalau saya ngambil jatah tenaga nakes satu untuk kepentingan saya, berarti saya sudah mengurangi siapa yang paling membutuhkan,” katanya.

Namun, Rahmat mengaku tetap bersedia bila harus menjadi pihak atau kelompok pertama yang akan disuntik vaksin. Meski begitu, ia meminta agar kuota vaksin lebih dulu diutamakan kepada para tenaga kesehatan.

“Kalau nanti ternyata antara kuota dengan kuantiti yang ada dari nakes itu terpenuhi dan masih ada space (ruang), tentunya bisa dipakai untuk kegiatan-kegiatan vaksinasi yang akan kita tetapkan selanjutnya,” ujarnya.

Diketahui, Kota Bekasi total menerima 11.983 dosis dari total 500 ribu dosis vaksin yang diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pihaknya saat ini masih menunggu masukan dari Dinas Kesehatan untuk memulai proses vaksinasi.

(mason/red,bkn/b)