Yogyakarta, 5 Maret 2018 (bakinonline.com)

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, mulai diberlakukan larangan pengunaan cadar bagi mahasiswi di kampus. Sebanyak 41 mahasiswi didata untuk dilakukan pembinaan karena telah memakai cadar di lingkungan kampus.

Mereka diberi konseling dan diharapkan untuk melepasnya ketika berkegiatan di dalam kampus sesuai dengan kesepakatan sejak awal mendaftar di universitas negeri tersebut.

Yudian Wahyudi, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengatakan, “pendataan itu dilakukan sejak 28 Februari lalu, didapati ada sebanyak 41 mahasiswi yang memakai cadar dari berbagai fakultas. Kami lakukan pembinaan dan konseling, kami beri penjelasan bahwa sudah menandatangani pernyataan,” katanya dalam jumpa pers yang dilakukan di kampusnya pada Senin (5/3).

Pembinaan tersebut dilakukan secara bertahap, bisa seminggu sekali, kemudian mereka yang menggunakan cadar diberi kesempatan mendapatkan 7 kali konseling. “Jika melepaskannya, kami persilakan untuk mencari kampus yang lain,” tuturnya.  Aturan penerapan larangan penggunaan cadar di lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta tersebut, diberlakukan sejak awal pendaftaran masuk, Yudian menambahkan

Menurutnya, para mahasiswi yang kulian di UIN sejak awal telah disodori pernyataan untuk mampu melakukan apa yang telah dijadikan sebagai aturan. Ditegaskannya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta merupakan kampus negeri, sehingga berdirinya sesuai dengan Islam moderat, berkeadilan, atau Islam Nusantara. “Yang bisa diterima ya moderat itu. Adil termasuk kepada diri sendiri,” ucapnya.

Penerapan larangan penggunaan cadar tersebut didasari sejumlah sebab. Mulai dari adanya kekhawatiran yang bersangkutan mengikuti suatu aliran radikal hingga hal negatif lainnya. Terlebih belum lama juga ada suatu insiden di kampusnya, yaitu banyaknya bendera HTI, sebuah organisasi yang sudah dilarang oleh pemerintah. “Selain itu, kalau ujian misalnya. Bisa saja orang lain yang masuk, bukan orangnya. Karena memakai cadar,” katanya.  (Redaksi Bakin)