Subang, 11 Februari 2018 (bakinonline.com)

Tanjakan Emen, terletak di jalan Nasional, antara pertigaan jalan menuju gunung Tangkuban Perahu – Ciater, kabupaten Subang Jawa Barat, dikenal rawan kecelakaan. Kondisi jalannya yang menanjak dan berkelok serta memiliki kemiringan dan tikungan tajam, sepanjang kurang lebih 3 Km, “Sehingga Tanjakan Emen dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan dan angker.”

Masyarakat selalu menghubungkan dengan mitos (cerita mistis). Ada Dua mitos yang berkembang ditengah-tengah masyarakat terkait dengan Tanjakan Emen dan kecelakaan yang sering terjadi :

Pertama, “Dengan kecelakaan yang terjadi pada tahun 1969, saat itu ada sebuah bus bernama Bus Bunga. Bus tersebut mogok ketika berada di lokasi, sang kernet yang bernama Emen berusaha mengganjal rodanya, namun naas ganjal tidak mampu menahan bus dan Emen telindas hingga tewas.

Kedua, “Adanya peristiwa tabrak lari dan Emen adalah korbannya, namun mayat Emen bukannya dievakuasi, tapi malah disembunyikan dipepohonan di sekitar tanjakan tersebut. Sehingga masyarakat memberikan nama dengan julukan Tanjakan Emen, dan dipercaya arwah Emen akan menuntut balas.” Itulah mitosnya. ?

Terkait dengan kecelakaan tabrakan maut yang terjadi antara sebuah bus pariwisata dan sepeda motor di Tanjakan Emen, Ciater, Subang, Jawa Barat. Yang terjadi Sabtu sore (10/2/18) sekitar pukul 17.00 Wib.

Bus ditumpangi rombongan wisatawan dari Kampung Legoso, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, akan menuju Jakarta dari arah Bandung. Bus naas sempat menabrak sebuah sepeda motor sebelum akhirnya menabrak rambu lalu lintas dan terguling.

Kapolres Subang Muhammad Joni mengatakan jumlah korban meninggal kecelakaan lalu lintas bus pariwisata di Tanjakan Emen mencapai 27 orang pada pukul 21.00, Sabtu 10 Februari 2018. “Sampai saat ini ada 27 korban meninggal,” ujar Joni, Sabtu malam.

Menurut Joni, 14 korban di antaranya tewas di lokasi kecelakaan dan lainnya meninggal dalam perjalanan atau saat perawatan di rumah sakit. Mayoritas korban berjenis kelamin perempuan.

Evakuasi korban ke rumah sakit agak sulit dilakukan karena tempat terjadinya kecelakaan jauh dari kota sehingga dibutuh waktu cukup lama untuk melakukan pertolongan.

Boy, Crew Bakinonline menyampaikan, Saat ini polisi masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan maut yang menewaskan 27 korban meninggal dan luka berat maupu ringan, tidak menutup kemungkinan jumlah korban meninggal akan bertambah.?   (Redaksi Bakin)