Bakinonline.com – Maret 2018

Tahun Politik Menjelang Pemilu, selalu ada pihak-pihak yang memfaatkan situasi untuk memperkeruh suasana dengen cara menyebarkan berita-berita bohong (HOAX).  Dengan tujuan untuk pengalihan isu atau sebagai strategi pemenangan dalam pilkada,  bisa saja untuk tujuan politik tertentu,  yang jelas berita Hoax membuat masyarakat resah. “Siapa Pihak Yang Diuntungkan Dan Siapa Yang Dirugikan. ? “

Akhir-akhir ini berita Hoax  diramu dan di sebarkan dengan isu-isu agama, sara, anti pancasila, kebangkitan PKI, penculikan para kiai dan ulama serta masih banyak lagi isu lain yang meresahkan masyarakat menjelang pemilu.

Dari pantauan Crew Bakinonline, berita Hoax beredar sangat masif, mereka para pembuat berita bohong menyebarkannya melalui jaring internet (Facebook dan beberapa group Whats APP). Tentu saja membuat pihak kepolisian harus bekerja ekstra untuk mencari dan menakap pembaut dan penyebar berita Hoax.

Beberapa waktu yang lalu, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap 18 pelaku penyebar berita hoax terkait penculikan kiai atau ulama dan pelaku ujaran kebencian. Menurut Kepala Subdirektorat I Dittipidsiber Bareskrim Polri Komisaris Besar Irwan Anwar, “Dari 18 tersangka yang ditangkap itu terdiri dari 15 kasusyang  berbeda. Lima kasus di antaranya merupakan kasus penyebaran berita bohong terkait ulama guru mengaji, juga muazin dengan jumlah tersangka sebanyak 6 orang.

Kasus penyebaran berita hoax ini dinilai sangat serius, Mengingat sebelumnya sampat terjadi beberapa tindak pidana kekerasan yang melibatkan para ulama dan pemuka agama.” kata Anwar, seluruh tersangka yang sudah ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri ini akan dijerat Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman penjara tiga tahun, Anawar menambahkan.

Diharapkan, dengan ditangkapnya para pelaku penyebar berita bohong dapat mengurangi konten-konten penyebar berita hoax yang meresahkan masyarakat, “ Semoga Polisi tidak salah tangkap dalam menjalankan tugasnya.”  (Darjono Bakin)