Bandung, 25 Juli 2019 – Bakinonline.com

Peredaraan narkoba telah merajalela di Indonesia. Persoalannya narkoba di Indonesia masih merupakan sesuatu yang bersifat urgent dan sangan kompleks, dalam kurun waktu satu dekade terakhir permasalahan ini menjadi marak dibicarakan.

Ari, Crew Bakinonline mecoba bincang-bincang dengan Sudarjono yang akrap dengan panggilan Darjono (Kanang), disela-sela kesibukannya di kantornya. jalan Soekarno Hatta No. 636 Bandung, terkait maraknya narkoba akhir-akhir ini. ?

Darjono dalam mengawali percakapannya, “Masalah narkoba, hal ini bisa kita lihat dengan tertangkapnya sejumlah pecandu dan/atau pemakai narkoba secara signifikan. Hampir disemua kalangan masyarakat tercatat positif menggunakan narkoba. Mulai dari publik figure (artis), bahkan lebih parahnya lagi narkoba juga sudah merasuk kepada para  penegak hukum di negeri ini,-

Perilaku sebagian publik figure dan pejabat serta penegak hukum yang secara kasat mata  telah mengabaikan nilai-nilai kaidah dan norma hukum dalam kehidupan bermasyarakat menjadi salah satu penyebab maraknya penggunaan narkoba di kalangan generasi muda,-

Dalam kehidupan sehari-hari masih banyak dijumpai remaja yang melakukan penyalahgunaan narkoba. Kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak dalam pergaulannya, juga salah satu  penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba,-

Salah pergaulan atau dalam lingkungan yang kurang baik juga menjadi menyebab remaja menjadi masuk ke dalam lingkaran narkoba. Jika dalam lingkungan masyarakat terkontrol dengan baik, maka penyalahgunaan narkoba dapat dihindari,-

Lebihlanjut, informasi yang dihimpun dari Badan Narkotika Nasional (BNN), “jumlah korban yang terjerumus dalam pemakai dan/atau pecandu narkoba mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dari tahun tahun sebelumnya. Kekhawatiran ini semakin di pertajam akibat maraknya peredaran gelap narkotika yang telah merebak di segala lapisan masyarakat, hingga ke kalangan generasi muda. Hal ini dipastikan akan sangat berpengaruh tehadap pola pikir bangsa indonesia, terutama bagi mereka yang telah terjerumus masuk kedalam lingkaran sesat narkoba,-

Masalah penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini sudah sangat memprihatinkan. Dari letak geografinya Indonesia berada pada posisi di antara tiga benua. Dan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cangih, serta pengaruh globalisasi dan arus transportasi yang sangat pesat, menjadi salah satu pemicu peredaran gelap narkoba. Indonesia dengan luas wilayah yang terdiri ribuan pulau dan dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, menjadi salah satu target sasaran perdagangan narkoba dunia,-

Gnnerasi muda semestinya memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Di masa-masa inilah mereka bisa menemukan pemikiran-pemikiran baru, menemukan inovasi dan berprestasi. Namun, apa yang terjadi ketika mereka terjerumus masuk ke lembah hitam narkoba.?

Mereka akan kehilangan semua masa depannya. Karena narkoba ini perlahan-lahan akan mematikan sel-sel otak mereka, sehingga lama kelamaan otak mereka tidak mampu lagi berkreasi dan yang ada di dalam otaknya hanyalah bagaimana cara untuk mendapatkan narkoba. Jika otak mereka sudah terkontaminasi oleh narkoba, maka tidak ada lagi kreatifitas yang tersisa. Juga membuat otak susah berkonsentrasi dalam hal pelajaran disekolah ataupun di perguruan tinggi dan dalam bermasyarakat. Sehingga rawan untuk melakukan tindak kejahatan, mereka akan menghalalkan semua cara demi mendapatkan narkoba untuk dikonsumsi,-

Biasanya pecandu narkoba berprilaku anti-sosial, artinya mereka tidak mau melakukan interaksi dan/atau tidak mau bersosialisasi dengan masyarakat, sering menutup diri dan menjadi pemberani. Dalam kehidupannya  pecandu narkoba terkadang dikucilkan dari masyarakat karena masyarakat menganggap dia sebagai pengedar yang akan mengajak orang lain untuk memakainya,-

Suatu kenyataan yang sulit dipercaya, bahwa hampir semua pengguna narkoba mengetahui akan bahaya dari narkoba, namun hanya sedikit yang bersedia dan berhasil untuk menghentikan kebiasaan memakai narkoba tersebut. Ancaman penyakit kronis yang mengintai terkadang tidak cukup ampuh untuk membuat pecandu berpikir untuk keluar dari lingkaran setan ini,-

Narkoba di satu sisi merupakan sesuatu barang yang dibenci, namun disisi yang lain dianggap sebagai sahabat setia yang terus dicari, bahkan dijadikan salah satu alat pergaulan, dan juga  dijadikan tempat untuk menenangkan diri disaat mengalami frustasi dan depresi.” Dalam keprihatinannya Dayono sampaikan.

Lebih lanjut Darjono, mendesak. Pemerintah melalui Dinas dan Lembaga terkait yang mempunyai wewenang lebih, untuk melakukan tindakan yang nyata guna menghentikan peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya. Sekingga negeri ini kedepan dapat terselamatkan dari kehancuran yang disebabkan oleh narkoba.

Disamping itu pengawasan orang tua terhadap anak harus ditingkatkan, agar mereka dapat memilih dan memilah teman, baik di sekolah, di kampus, di orgamisasi dan di lingkungannya, agar tidak terjerumus ke lembah hitam narkoba.

Perlu adanya sosialisasi dan/atau penyuluhan dari pemerintah dan tokoh masyarakat, tentang ancaman dan bahaya narkoba bagi keluarga dan lingkungan masyarakat, agar terhindar dari penyalahgunaan narkona.

Darjono sampaiakan, Ada Resep Jitu yang tidak kalah pentingnya dalam memerangi narkoba, yaitu : Dengan membekali anak-anak kita, generasi muda penerus bangsa dengan mempertebal keimanan dan memperdalam ilmu Tauhid, interaksinya ke “Hablumminnaanaas dan Hablumminnallah.”  Tandas Darjono mengakhiri percakannya.

*M. Ari