Jakarta – bakinonline.com

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyatakan bahwa tarif tol Trans Jawa terlalu tinggi. Tarif yang cukup besar tersebut dikeluhkan berdampak pada pembengkakan beban operasional pengangkutan barang logistik.

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu, mengatakan mahalnya tarif tol menyebabkan jalan tol di sebagian wilayah di Indonesia tidak laku atau sepi peminat.

“Jalan tol yang untung di Indonesia hanya 3 ruas. Jangan lihat saat Lebaran. Ketiga jalan tol itu, hanya Cikampek-Cileunyi, Jagorawi, Jakarta sampai Tangerang,” jelasnya

Dia menambahkan seharusnya jalan tol juga membuat biaya logistik lebih murah dibandingkan jalan umum atau arteri. Biaya operasional yang seharusnya dikeluarkan lebih rendah karena memangkas jarak dan bahan bakar.

“Jalan tol adalah jalan alternatif berbayar dan menurut aturan bayaran jalan tol harus lebih murah daripada lewat jalan biasa. Maksudnya dari penghematan bensin dan jarak tempuh,” ujar Said Didu.

Said Didu mengatakan, yang terjadi saat ini adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pengguna jalan tol jauh lebih besar. Dia pun meminta agar investasi jalan tol diaudit agar tarif tol yang mahal bisa ditekan.

“Kalau lebih mahal ada yang salah di jalan tol. Kenapa tol mahal daripada lewat Pantura berarti ada yang salah di investasi,” jelasnya.    # Red. Bakin