Bandung, 22 Januari 2019 – bakinonline.com

Mengaku sebagai anggota Polri yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar, Sigit Handoro (SH), 29 th, warga Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, berhasil menipu pramugari.

Untuk memuluskan aksinya, Sigit memasang foto-foto dengan mengenakan kemeja, emblem, seragam, dan lambang Polri di akun Instagram sigit32lnd. Tak hanya itu, Sigit juga memamerkan pistol tiruan yang sebenarnya adalah mainan (korek api).

Dengan penampilan layaknya anggota Polri, Sigit memperdaya dua perempuan asal Yogyakarta, Desi Purnamasari dan Marcela. Kepada kedua korban, Sigit mengaku bisa mengurus dan menyelesaikan perkara hukum yang dilakukan saudara korban.

Untuk mengurus kasus yang melilit saudara korban, Sigit meminta sejumlah uang. Karena percaya, korban pun mentransfer uang ke rekening Sigit sebesar Rp 23 juta. Awalnya, Desi mentransfer uang Rp 300.000 ke Sigit. Uang itu akan digunakan Sigit sebagai biaya operasional dalam menangani perkara utang piutang Desi dengan Riri.

Selanjutnya, “Pada 17 Januari 2019, korban Desi Purnamasari (pelapor) menghubungi tersangka Sigit melalui pesan singkat di Instagram. Melalui delivery massage itu, Desi meminta nomor WhatsApp (WA) Sigit untuk menanyakan solusi atas masalah utang piutang dengan Riri,” Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko didampingi Wakil Dirreskrimsus AKBP Hari Brata di Markas Ditreskrimsus Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, dalam jumpa pers, Selasa (22/1/2019).

“Kemudian Sigit meminta uang kepada Desi sebesar Rp 300.000 untuk uang operasional dan uang Rp 2,5 juta untuk menyewa orang IT. Lalu Desi mentransfer uang sesuai permintaan. Total uang yang ditransfer korban ke pelaku sebesar Rp 23 juta,” kata Kabid Humas.

“Kasus penipuan ini terungkap setelah korban Desi datang ke Bandung dan tahu bahwa Sigit seorang polisi. Atas dasar laporan itulah, penyidik Ditreskrimsus melakukan penyelidikan, penangkapan, dan penyidikan terhadap Sigit. Pelaku Sigit ditangkap di sebuah restoran cepat saji Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung pada Minggu 20 Januari 2019,” lanjut dia.

Dari tangan Sigit, polisi mengamankan barang bukti berupa : 1 unit korek api berbebtuk pistol, satu unit telepon merk Samsung, 1 unit nama bag. Penyidik, 3 kalung nama bag. Penyidik, 1 buah dasi reserse, 1 pasang sepatu PDH, 3 buah celana PDH reserse, 1 buah celana pendek tactical, 3 buah kaos oblong pulisi, 2 buah kaos polos polisi, 2 buah kemeja PDH reserse, uang sebesar 1.000.000,- dan 1 unit mobilmerk Suzuki type Ertigan thn 2015 warna hitam dengan No. Pol D 1883 ADQ.

Selain itu, Ditreskrimsus juga menugaskan anggota Subdit Siber Dit Reskrimsus Polda Jabar melakukan patroli siber untuk mengungkap kemungkinan ada orang lain yang jadi korban Sigit. “Kasus ini akan dikembangkan untuk mengungkap korban-korban lain. Namun untuk saat ini, baru dua orang yang jadi korban Sigit,” ungkap Truno.

Akibat perbuatannya, tersangka Sigit dijerat Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 378 KUHPidana.   # Darjono- Bakin