Garut- Bakinonline.com

Dalam rangka mengurai kemacetan di kota Garut yang sudah mulai dirasakan oleh masyarakat dan dengan adanya peningkatan kepemilikan kendaraan baik roda dua maupun roda empat serta mulai meningkatnya wisatawan yang datang ke beberapa obyek wisata di daerah Garut. Maka pemerintah daerah kabupaten Garut Jawa Barat membangun jalan bebas hambatan (By Pass)

Bupati Garut, Ruddy Gunawan mengatakan, pembangunan jalan By pass Barat (Kadungora-Karangpawitan) sepanjang 20 Km mulai digarap. Pengerjaan dimulai dari  depan Kantor Kecamatan Kadungora, demikian dikatakannya saat meninjau langsung pengerjaan Jalan By Pass Kadungora Karangpawitan.

Pembangunan jalan tersebut nantinya bisa menjadi jalan alternatif bagi pengguna kendaraan, baik yang datang dari arah Bandung menuju Garut ataupun sebaliknya. “Jalan tersebut bisa mengurai kemacetan, apalagi pada saat liburan panjang,”  Ruddy menambahkan dalam perkataannya.

Direncanakankan, pengerjaan jalan By Pass sepanjang 20 Km tersebut akan selesai pada tahun 2019, dan saat ini pengerjaannya sudah mecapai 10 Km. Selain itu tambah Bupati Garut, pihaknyapun nanti akan membangun Fly Over untuk lintasan Kereta Api.

Dengan dibangunnya Fly Over, masyarakat akan lebih aman melintas di lintasan Kereta Api. Pembangunan jalan baru tersebut merupakan program Pemerintah Daerah, dedangkan dana pembangunannya diambil dari APBD.

Lebih jauh bupati menambahkan, Pemkab Garut Selain membangun Jalan By Pass Kadungora Karangpawitan sepanjang 20 Km, Pemda juga sedang melaksanakan pembangunan jalan Lintas Leles. Jalan tersebut nantinya akan menghuhubungkan daerah Leuweungtiis ke tempat Wisata Candi Cangkuang.

Dari pantauan Crew Bakinonline Garut,  dalam mewujudkan pembangunan jalan By Pass saat ini masih adanya kendala, terutama dalam pembebasan lahan yang akan digunakan. “Dibeberapa tempat masih adanya tumpang tindih dari keterangan surat kepemilikan (legalitas tanah) , yang akan digunakan untuk mendapatkan ganti rugi”. Diharapkan dinas terkait terutama BPN agar jeli dan teliti atas surat legalitas tanah, agar ganti rugi tanah dapat tepat sasaran dan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya, disinyalir masih ada sertifikat (SHM) yang Asli Tapi Palsu (ASPAL) yang digunakan untuk menguasai tanah yang tidak sesuai dengan obyeknya.?  Kami Media Bakin, sebagai kontrol sosial masyarakat akan ikut memantau agar rencana pembangunan By Pass lingkar kota Garut dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.  (Redaksi Bakin)