Seorang Ibu Nekat Menggelandang Minta Belas kasian Orang

0
348

Peristiwa (Bakin Online) Bandung, 21 Januari 2017

Karena terhimpit kesulitan ekonomi seorang ibu bernama sumarni dengan 6 anak asal dari desa Wado kabupaten Sumedang meninggalkan kampungnya menuju ke Bandung untuk mengadu nasib, setelah suaminya meninggal sumarni nekat mengelandang dan meminta-minta belas kasian orang.

Akhir-akhir ini sering terlihat setiap malam tidur di teras Indomart kadang pindah diteras alfamart disekitar perumahan Margahayu Raya Bandung dengan 6 anak yang masih kecil-kecil dan satu anak yang masih balita umur 5 bulan, pada hal ibu ini telah mengontrak satu kamar di Manjahlega RT. 003/ RW. 012 kel. Manjahlega Kec. Rancasari kota Bandung tapi entah kenapa kontrakan tsb jarang ditempati. Dan pada hari Sabtu 21 jan 2017 sekitar jam 04.00 dinihari Aldi Zulkarnen anak balitanya meninggal di teras toko yang biasa digunakan untuk tidur malam, diduga balita tersebut meninggal karena kedinginan dan mengalami gizi buruk terlihat dengan usia 5 bulan berat badan hanya 2 kg,  saat ini jenazah balita tersebut ditangani oleh warga RW. 012 Manjahlega dan telah dimakamkan di pemakaman umum Manjahlega, terlihat Jaenudin Sukma, AP. Lurah Manjahlega dirumah duka dan ikut mengantar hingga ditempat pemakaman.

Seorang Ibu Nekat Menggelandang Minta Belas kasian Orang

Dalam kesempatan tersebut lurah Manjahlega mengingatkan agar kejadian semacam ini tidak terjadi lagi dan untuk yang terakhir, dingingatkan pula warga yang mempunyai kontrakan agar melaporkan jumlah orang yang mengontrak dan memberikan foto copy identitasnya (KTP) kepada RT / RW setempat, hal ini penting untuk menghindari hal-hal yang tidak inginkan.

Sempat beberapa hari sebelum meninggal ibu-ibu pengurus RW dan petugas kelurahan Manjahlega meminta balita dan anak yang masih kecil-kecil untuk asuh dan dibesarkan di yayasan, tapi sumarni ibu dari anak-anak tersebut kembali menolaknya,

Tim liputan khusus Bakin Online mencoba untuk menanyakan secara langsung jumlah anak yang sebenarnya ternyata ada 9 anak 2 anak dari suami pertama yang telah cerai  dan 8 anak dengan suami yang telah meninggal, ditawaran agar anaknya yang masih kecil-kecil diasuh pihak yayasan tapi ditolak.  apa penyebab tawaran baik sebagai rasa kepedulian warga dan pihak kelurahan ditolak, sumarni dengan terbata-bata menuturkan bahwa dirinya kapok kalau anaknya diambil dan dititipkan di yayasan, pernah anak pertamanya yang bernama Wiwik oleh suaminya dititipkan disalah satu yayasan dikota Bandung, setelah di yayasan Wiwik diangkat anak oleh keluarga mampu tapi pihak yayasan tidak pernah memberi tahukan kepada orang tuangya, suatu saat pernah ibu ini bertemu dengan Wiwik (anak pertamanya) tapi Wiwik tidak mau mengakui orang tuannya,  sehingga ibu ini merasa kehilangan anaknya dan tidak dapat bertemu kembali sampai kini.  Wiwik saat ini diperkirakan sudah berusia 20 tahun,  sambil meneteskan air matanya sumarni menambahkan rasa kekecewaannya, (John-Bakin).