Jakarta – Bakinonline.cam

Massa aksi Apel Siaga yang diinisiasi Forum Umat Islam (FUI) telah memadati di area depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka terlihat kompak mengenakan pakaian berwarna putih.

Sekretaris Jenderal FUI Al Khaththath dalam orasinya mengatakan aksi ini untuk mengingatkan agar KPU dan Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara Pemilu untuk bekerja secara profesional, jujur dan adil dalam menyelenggarakan Pemilu.

Al Khaththath memastikan tidak ada niat untuk mengintimidasi KPU selaku penyelenggara pemilu dalam aksi ini.

“Dan kita meminta kepada KPU, Bawaslu, dan aparat keamanan, dan seluruh peserta pemilu untuk membersihkan hatinya mewujudkan pemilu yang bersih, yang jurdil, pemilu yang tanpa kecurangan,” ujar Al Khathtath.

Di depan massa aksi, Ia juga mengingatkan agar umat Islam Indonesia pada 17 April 2019 nanti menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019.

Menurutnya, hari tersebut merupakan penentuan ada tidaknya umat Islam di Indonesia, sehingga ia mengingatkan agar tak salah memilih pemimpin.

“Hari penentuan ada atau tidak umat islam di Indonesia itu adalah pada tanggal 17 nanti. Salah memilih pemimpin, habis semua umat islam. Oleh karena itu, jangan sampai salah memimpin setuju?,” katanya.

Ia juga mengajak massa aksi untuk bersumpah dalam rangka berjuang menjaga kemenangan umat islam pada tanggal 17 April nanti.

Berikut isi sumpah yang dibacakan Al-Khaththath dan diikuti oleh para aksi massa di depan kantor KPU Pusat.

Kami peserta “Apel Siaga Umat untuk Pemilu Bersih, Juiur, Adil, tanpa Kecurangan” di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia di Jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat menyatakan bahwa.

Demi Allah SWT Yang Maha Agung kami bersumpah,

  1. Kami umat Islam Indonesia siap mengikuti agenda pemilu hari Rabu tanggal 17 April 2019 dengan kesadaran penuh bahwa memilih pemimpin dan wakil rakyat adalah kewajiban agama sesuai Fatwa MUI 2009 tentang memilih pemimpin dalam pemilu.

  2. Kami siap mensukseskan terwujudnya pemilu yang bersih, jujur, adil, dan tanpa kecurangan karena bagi kami mewujudkan pemilu yang bersih, jujur, adil, dan tanpa kecurangan adalah wajib menurut agama seperti wajibnya umat Islam memilih pemimpin dan wakil rakyat yang beriman, bertaqwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah, aktif dan aspiratif (tabligh), punya kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam sesuai Fatwa MUI 2009 tersebut.

  1. Kami menolak segala bentuk kecurangan dalam pelaksanaan pemilu karena bagi kami pelaksanaan pemilu yang tidak bersih, tidak jujur, tidak adil, dan penuh kecurangan hukumnya haram sebagaimana haramnya bagi umat Islam memilih pemimpin yang tidak beriman, tidak bertaqwa, tidak jujur, tidak amanah, tidak aspiratif, tidak punya kemampuan, dan tidak memperjuangkan kepentingan umat Islam.

  2. Kami bertekad untuk bergerak dari pintu ke pintu di tengah-tengan umat guna membangun kesadaran politik umat Islam dan agar mensukseskan Pilpres dan Pileg 17 April 2019 serta berpartisipasi penuh kesungguhan dan keikhlasan dimulai dengan melaksanakan Subuh Akbar Indonesia di seluruh masjid/musholla dari Sabang sampai Merauke dan memutihkan seluruh TPS pada hari pencoblosan tersebut dari pagi hingga sore dengan spirit mewujudkan pemilu yang bersih, jujur, adil, dan tanpa kecurangan.

  3. Kami bertekad terus mengajak seluruh peserta, penyelenggara, dan pengawas pemilu maupun aparat keamanan agar bersungguh-sungguh mewujudkan pemilu yang bersih, jujur, adil, dan tanpa kecurangan agar terwujud kepemimpinan nasional yang kuat dan beribawa serta wakil rakyat yang amanah dalam rangka mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkah, aman, dan sentosa, ba/datun thayyiba’tun warabbun ghafuur.

Semoga Allah SWT menjadi saksi atas apa yang kami ucapkan. Dan semoga Dia SWT memberikan pertolongan dan kemenangan bagi umat Islam. Alhamdulillahi Rabbil Alamien.  # Andi. Bkn-Jkt