Jakarta – bakinonline.com

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu mengkritik proyek infrastruktur di masa Pemerintahan Joko Widodo. Beberapa proyek yang dia kritik mulai dari kereta cepat Jakarta – Bandung, pembangunan kilang minyak, hingga tol laut.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur Joko Widodo cenderung diambil secara tiba-tiba, dan tidak sesuai dengan konsep awal. Hal ini dia nilai sebagai bentuk inkonsistensi pemerintah. Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung misalnya, dia mengatakan awalnya proyek tersebut sudah digagas oleh Jepang, kemudian malah digarap China.

“Tahu-tahu pindah ke China. Jadi begitu saja, ad hoc instan sehingga semua mengalami masalah di tengah jalan,” kata dia, dalam diskusi, di Jakarta, Rabu (13/2).

Mantan Staf Khusus Menteri ESDM ini, pemerintah pernah pernah berencana membangun kilang minyak. Namun hingga saat ini program tersebut belum juga terealisasi.

“Energi ini di awal pemerintahan getol sekali membangun kilang minyak untuk mewujudkan kemandirian energi. Di tengah jalan berbelok. Saya enggak tahu,”

“Inkonsistensi menyebabkan banyak hal gagal,” tegasnya.

Tol laut juga mendapat sorotan. Program yang digadang-gadang pada masa kampanye Presiden Jokowi tersebut, kata dia, kini tak begitu lagi terdengar.

“Dulu kita terhipnotis akan terjadi tol laut, yang ada malah banyak meresmikan tol darat. Inkonsistensi kebijakan jangka panjang ini yang akan buat rumit ke depan,” tandasnya.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko WidodoMaruf Amin, Taufik Basari mengatakan bahwa setiap kebijakan pemerintah tentu bakal mendapatkan tanggapan baik itu positif maupun negatif.

Namun, menurut dia, yang paling penting adalah bagaimana dampak kebijakan tersebut terhadap kehidupan masyarakat. “Capaian pemerintah bisa dilihat negatif dan positif, tapi yang paling penting melihat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah selama ini. Masih tinggi, sekitar 70 persen,” ujar dia.

Jokowi kata dia, akan terus mendorong upaya pemerataan pembangunan, termasuk penyediaan energi yang merata bagi masyarakat.

“Ada beberapa capaian yang menarik kita diskusikan. Soal bagaimana terkait energi, visinya pak jokowi sampai pelosok mendapat pasokan listrik yang baik. Itu kan visi, selama ini berpusat di Jawa, tapi bagaimana mewujudkan sila kelima pancasila,” tandasnya.   # Red. Bkn