Jakarta, 4 Agustus 2017   (bakinonline.com)

Audiensi ISCC-KSP, Jumat 4 Agustus 2017
Indonesia diakui sangat kaya akan varietas tanaman kopi, baik yang tumbuh di dataran tinggi (kopi arabika), maupun yang tumbuh didataran rendah (kopi robusta) dan memiliki potensi yang sangat tinggi untuk memimpin dunia perkopian. Didalam sejarahnya, salah satu varietas kopi Indonesia (kopi Arabica Ijen) merupakan kopi pencampur pertama didunia yang tidak mempengaruhi rasa kopi utama yang dicampur, dalam hal ini kopi arabika yang berasal dari Brazil. Namun demikian dalam perkembangannya, berbagai potensi ini belum tergali secara maksimal.

Data Trade Map 2016 memperlihatkan negara-negara besar pengekspor kopi dalam bentuk “Roasted Beans” adalah sbb : Italy = 1,5 milyar USD, Germany = 1,2 milyar USD, Switzerland = 1,19 milyar USD, USA = 696 juta USD, Vietnam = 301juta USD, Singapore = 16 juta USD, Indonesia = 7,3 juta USD. Dari ketujuh negara tersebut, hanya Indonesia dan Vietnam yang memiliki tanaman dan kebun kopi. Adalah ironis dan kontra produktif, jika Vietnam terus berkembang melebihi Indonesia, sementara sejarah mencatat bahwa Vietnam memulainya setelah belajar ke Indonesia melalui ICCRI-Puslitkoka, Jember. ISCC melihat ketimpangan ini sebagai peluang strategis bagi Indonesia untuk memimpin dunia di sektor perkopian melalui gerakan Revolusi Kopi Indonesia.

Sesungguhnya value added terbesar dalam rantai bisnis kopi adalah produk Roasted Beans dan produk olahannya, termasuk didalamnya distribusi nilai dalam rantai pasok dari hulu ke hilir. Sehingga komponen masyarakat dan pemerintah secara bersama-sama haruslah menjadi perintis untuk menjadikan kopi Indonesia lestari menjadi salah satu icon kopi internasional dan menjadi salah satu pilar utama peningkatan ekonomi Indonesia dalam menjawab tantangan ini.

Kesadaran ini telah mendorong kami untuk mendirikan ISCC, Indonesia Sustainable Coffee Cooperative atau Koperasi Kopi Indonesia Lestari sebagai bagian dari gerakan koperasi nasional yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir untuk menghasilkan kopi lestari. Didirikan oleh 66 pendiri dari berbagai latar belakang dan dituangkan dalam Akte Notaris Surjadi, SH., MKn., MM. No. 4 tanggal 5 Juni 2017 di Jakarta dengan Register Kop. UMKM No. 2017.05.22.007843 dengan pengesahan melalui Keputusan Menteri Koperasi dan UKM No : 004827/BH/M.KUKM.2/VII/2017

ISCC bersifat terbuka. Siapa saja yang sejalan dan terpanggil mendorong berkembangnya kopi Indonesia yang lestari diharapkan menjadi anggota ISCC dengan mengikuti aturan koperasi Indonesia. Petani kopi akan menjadi prioritas utama untuk menjadi anggota. ISCC juga berharap para pemain dan pencinta kopi di hulu, tengah dan hilir bergabung menjadi anggota ISCC.

ISCC mendorong Indonesia untuk menjadi negara terdepan dalam dunia perkopian yang berkelanjutan dan terintegrasi melalui gerakan Revolusi Kopi Indonesia. Revolusi Kopi Indonesia adalah sebuah gerakan multi-stakeholder untuk mendorong Indonesia menjadi icon kopi dunia, tidak saja sebagai produser kopi terbesar dan berkualitas terbaik, tetapi juga mengangkat budaya kopi dan kekayaan varietas kopi lokal sekaligus menjadikan tourist destination. Selain itu, juga ditujukan untuk mendorong ekspor kopi Indonesia dari sekedar green bean menjadi roasted bean dan aneka produk olahan kopi. ISCC bersama dengan segenap stakeholders termasuk pemerintah, swasta, aktivis, petani, dan para pencinta kopi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan prinsip berkelanjutan dan kemandirian akan terus bergerak baik di desa dan di kota.

Revolusi Kopi Indonesia dimaksudkan untuk membangun pusat unggulan(centre of excellence) untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen kopi terbesar dan berkualitas terbaik; pengembang varietas kopi yang kaya dan syarat unggulan; penyebar budaya kopi yang sehat; destinasi turis (One stop Shopping kopi); pengembang olahan kopi yang inovatif (food dan non food), pengekspor kopi dan olahan kopi khas Indonesia, serta melakukan budidaya tanaman kopi terintegrasi dengan prinsip pemberdayaan dan berkelanjutan.

Salah satu infrastruktur yang perlu disiapkan untuk mendorong Indonesia menjadi negara terdepan dalam dunia perkopian yang berkelanjutan dan terintegrasi adalah memanfaatkan redistribusi lahan dan aset yang tidak produktif menjadi kebun kopi yang produktif, terintegrasi dan lestari. ISCC berharap menjadi bagian dari upaya redistribusi tersebut dan mengelolanya menjadi taman kopi dunia yang terintegrasi dan lestari. Sebagai gambaran, data yang diolah dari statistik perkebunan adalah :
TOTAL ROBUSTA DAN ARABIKA INDONESIA
Tanaman Belum Menghasilkan = 179.797 ha
Tanaman Menghasilkan = 866.806 ha
Tanaman Rusak = 136.641 ha
Produksi = 602.428 ton GB
Rata-Rata = 734 kg/ha GB
Jumlah Petani = 1.785.940 petani

ISCC menargetkan 100 kabupaten sentra penghasil kopi memiliki jendela kebun kopi yang terintegrasi dan lestari dimana produktifitas rata-rata di atas 1 ton/ha. Saat ini rata-rata produksi kebun kopi rakyat di bawah 700 kg/ha. ISCC akan senantiasa membantu pemerintah pusat, dan pemerintah daerah penghasil kopi mewujudkannya dan membawa petani kopi dari berbagai pelosok memenangkan berbagai lelang kopi dunia sekaligus mengibarkan merah putih di sana. Suatu cita-cita dan komitmen yang sejalan dengan perhatian dan semangat Bapak Presiden Jokowi untuk membangun kekuatan ekonomi melalui koperasi yang saat ini masih tertinggal dibanding dengan negara-negara lain.

ISCC telah menyampaikan rencana revolusi kopi indonesia melalui koperasi diawali dengan pameran dagang, workshop tentang kopi Indonesia lestari. Pameran dagang akan menghadirkan produk kopi dari seluruh kabupaten kota se-Indonesia dan akan dihadirkan pula buyers (pembeli) dari seluruh dunia melalui jaringan ICA (International Cooperative Alliance). Kegiatan tersebut tentunya akan dimintakan restu pada Bapak Presiden RI karena ISCC dalam penyelenggaraannya akan bekerja sama dengan Kementerian Koperasi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Kementerian Pariwisata dan Dekopin.

Jayalah negeriku, Jayalah Bangsaku. Bersama ISCC sejahtera dan lestari.                               Informasi Lebih Lanjut: Sigit Ismaryanto, HP: 0811279043  (Redaksi Bakin)