Jakarta – Bakinonline.com

Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir batal bebas. Padahal sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi melalui kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra, memberikan pembebasan bersyarat kepada Baasyir.

Namun rupanya kandas, karena pihak Abu Bakar Ba’asyir tidak terima jika diberikan bebas bersyarat. Hal itu disampaikan oleh Yusril.

Abu Bakar Ba’asyir Batal Bebas, Jokowi Diminta Tegas

Menurut putra Ba’asyir. Abdul Rohim Baasyir, dari awal Yusril mengupayakan pembebasan murni untuk ayahnya. Sebab, untuk pembebasan bersyarat sendiri ada beberapa hal-hal yang tidak diterima oleh Ba’asyir.

Rohim menceritakan, awal kedatangan Yusril membesuk Abu Bakar Baasyir ditahanan, melihat kondisi Ba’asyir yang memprihatinkan sehingga membuat pengacara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf itu tergerak melobi Presiden Jokowi, meminta agar Abu Bakar Ba’asyir dibebaskan.

Kandasnta pembebasan Ba’asir, karena Ba’asyir masih menolak menandatangani dokumen-dokumen persyaratan pembebasan.

Pertama, Abu Bakar Ba’asyir diminta untuk mengakui kesalahannya.

Kedua, Ba’asyir harus menyesali perbuatan pidana itu dan tidak mengulangi lagi. Kemudian ketiga, pernyataan setia kepada NKRI dan Pancasila.

Dengan menolaknya Baasyir menandatangani dokumen tersebut, maka pemerintahan Jokowi pun belum dapat mengabulkan pembebasan bersyaratnya.

Dari pantauan Crew Bakinonline, “bahwa apa yang diucapkan Presiden Joko Widodo terkait dengan rencana pembebasan Ba’asyir terlalu tergesa-gesa. Dan terkesan masih abu-abu (belum ada kepastian).” ?      # Darj- Bkn