Bakinonline.com

CIREBON – Bakinonline.com

 Ratusan situs bersejarah di Kota Cirebon diduga belum terdata oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon. Keberadaan Kesultanan Cirebon membuat Kota Udang sampai kini ‘dihiasi’ beragam peninggalan. Salah satunya situs atau petilasan yang diyakini sebagai jejak-jejak peninggalan para leluhur pendahulu.

Dari seluruh situs yang tampak jelas hingga tersembunyi, beberapa di antaranya telah dimasukkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB), seperti Keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kanoman Cirebon, Goa Sunyaragi, dan lainnya.

Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon mendata, ada sekitar 51 BCB tersebar di Cirebon. Salah satu pemerhati budaya dari Keraton Kasepuhan Cirebon, Jajat Sudrajat menyebut, terdapat perbedaan data antara Pemkot Cirebon dengan Keraton Kasepuhan Cirebon ihwal situs di Kota Cirebon.

“Masih ada ratusan situs yang belum terdaftar oleh pemerintah,” ujarnya, Senin (26/2/2020).

Pihaknya mensinyalir, perbedaan data antara Pemkot Cirebon dan keraton tak lepas dari konsekuensi logis bila ratusan situs di Kota Cirebon itu terdaftar sebagai cagar budaya.

“Kalau ratusan situs itu dinyatakan sebagai cagar budaya, resikonya pemerintah harus mengalokasikan biaya pemeliharaan,” katanya.

Dia meyakinkan, Situs Matangaji di Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, merupakan salah satu tempat sakral yang telah dimanfaatkan Sultan Matangaji dalam bergerilya melawan penjajah Belanda.

“Situs itu menjadi tempat meditasi dan menguji kesaktian. Tempat itu salah satu tempat yang tak terjamah tentara Belanda,” tuturnya.

Media Bakin, jika harus menanti status oleh pemerintah, sama saja pemerintah terkesan melakukan pembiaran terhadap situs-situs bersejarah yang seharusnya dilindungi.   # Darj