Bakinonline.com

Gempa 6,9 SR yang terjadi di NTT pada Minggu (19/8/2018) pukul 21.56 WIB, hingga Senin (20/8/2018) pagi Lombok masih diguncang gempa susulan. Bahkan gempa susulan itu tercatat hingga mencapai 20 kali lebih.

“Hingga tanggal 20 Agustus 2018 pukul 01.25 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 22 aktivitas gempa susulan (aftershock),” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam jumpa awak media di Jakarta, Senin dinihari, (20/8/2018).

“Kekuatan gempa tersebut lebih kecil dari gempa sebelumnya,namun sebagian kecil getaran itu masih dirasakan warga.” Dwikorita menyampaikan.

Dia menegaskan kembali, “gempa 6,9 SR yang terjadi pada Minggu malam merupakan aktivitas baru. Dan bukan gempa susulan. Ucapnya.

“Hasil analisis mekanisme sumber gempabumi ini menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” Dwikorita menambahkan dalam keterangannya.  (Redaksi Bakin)