Program Inovasi Desa, “ Ciptakan Kabupaten Bandung Yang Bebas Stunting”
bakinonline.com

Kab. Bandung – Bakin online.com

Salahsatu upaya pemerintah didalam mewujudkan Nawacita dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMD ) 2015 – 2019  adalah Program Inovasi Desa ( PID ) , yang merupakan program peningkatan kapasitas desa sesuai UU Desa nomor 6 tahun 2014  tentang pengembangan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas agar dapat meningkatkan produktivitas masyrakat dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing.

Crew Bakinonline. Dalam kaitan tersebut Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi melalui kerjasama dengan Satuan kerja Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyrakat Desa Provinsi ( P3MD ) provinsi dengan dukungan anggaran APBN tahun 2019, melaksnakan program pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengembangan Sumber Daya Manusia ( PSDM ),  Kamis – Jum’at ( 19-20/9/2019 ) di Hotel Antik jalan raya Soreang Cipatik, diikuti 124 perserta yang tertiri dari pendamping desa, pendamping lokal desa, unsur TPID dan PSDM, Sekretaris desa dan Kelompok Pembangunan Masyarakat, dibuka Kepala DPMPD ( Dinas Pemberdayaan Drs. H. Tata Irawan Subandi.

Dalam sambutannya Drs. H. Tata Irawan Subandi, mengatakan, “Salahsatu persoalan  yang mencuat secara nasional adalah masalah stunting, dan salahsatu dari kegiatan ini adalah bagaimana mengatasi masalah stunting, sehingga kita melakukan pelatihan, agar permasalahan stunting di kabupaten Bandung ini segera teratasi, bahkan sudah ada keputusan menteri terkait penggunaan anggaran dana desa ditahun 2020, salahsatunya adalah untuk penanganan stunting ini.

Diharapkan para peserta pelatihan ini bisa lebih paham persolan ini beserta penanganannya, karena stunting ini bukan hanya disebabkan gizi buruk, TMB, dan ada juga beberapa hal lainny yang menjadi penyebab stunting ini, antara lain air bersih, sanitasi, pemukiman sehat.harapnya.

Sementara Ketua pelaksana PSDM dari TPID zona I , H. Dadang Risdal Azis. SE. menjelaskan ” Tujuan kegiatan ini adalah upaya meningkatkan pemahaman perserta untuk memahami dan menyadari bahaya tentang ” Stunting”, mampu melaksanakan peraturan dan konvergensi pencegahan stunting serta dapat mempasilitasi pengorganisasian pelaku konvergensi pencegahan stunting dan  mampu menyusun rencana kerja Kader Pembangunan Masyarakat ( KPM ).

Ditambahkan Dadang,” Pelaksanaan PID ini didukung dengan upaya peningkatan kapasitas desa melalui kegiatan pengelolaan pengetahuan dan inovasi desa, dengan fokus pengembangan pembangunan ekonomi lokal dan kewirausahaan pengembangan SDM dan Infrastruktur desa. tuturnya.

Dijelaskan Dadang, ” Pelaksanaan kegiatan ini dibagi beberapa zona dan hari ini baru dilaksanakan di zona I yang terdiri dari 6 kecamtan, yaitu Rancabali, Ciwidey, Pasirjambu, Soreang, Kutawaringin dan Margaasih, sedangkan panitia pelaksana kegiatan  dari unsur TPID dari kecamatan dan desa. pungkasnya.

# Sulaeman – Bkn