Pro dan Kontra Penerimaan Siswa Baru, “Rekomendasi Dari Desa dan Kecamatan Bisa Jadi Akses Masuk PPDB ”
Pro dan Kontra Penerimaan Siswa Baru, “Rekomendasi Dari Desa dan Kecamatan Bisa Jadi Akses Masuk PPDB ”

Kabupaten Bandung, bakinonline.com –  Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2019-2020 (PPDB TA 2019-2020) berdasarkan zonasi, disinyalir terjadi indikasi penyalah gunaan wewenang, seperti yang diungkapkan Syarif,  warga asli Desa Gajah Mekar, salah satu oaramh tua yang akam mendaftarkan anaknya. ia merasa kecewa dengan penerapan aturan sistem zonasi, Syarif memilih nendaftarkan ke sekolah swasta, dengan alasan tidak mau repot dengan sistem tersebut.

Syarif tahu untuk zonasi sekarang disesuaikan dengan Dapil (Daerah Pemilihan), kenyataannya dilapangan tidak sesuai dengan ketentuan. Guna pemenuhan kebutuhan pendidikan anaknya, ia memilih sekolah swasta.

“Daripada memaksakan kehendak yang belum pasti diterima, lebih baik anak saya daftarkan ke SMA Swasta saja,” ujarnya, Rabu, (3/7/2019).

Crew bakin mencoba menelusuri lebih jauh.

Hal serupa juga dialami Budi, “menurutnya, program zonasi akurasinya dirasakannya kurang tepat sasaran. Banyak keluhan masyarakat mengenai PPDB, termasuk biaya-biaya yang tanpa tenggang waktu harus dilunasi orang tua siswa, ucapnya.

Berbeda dengan sekolah swasta yang bijak untuk pelunasan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP), Seragam serta atributnya, dan kaos olah raga, ada tenggang waktu.

“Saat ini memang kebutuhan kita cukup banyak untuk memenuhi keperluan anak sekolah. Jadi wajar kalau kita meminta kebijakan waktu dari sekolah untuk pelunasannya,” kata Budi.

Sementara Wati, dikesempatan yang sama menambahkan,adanya rekomendasi dari Desa atau Kecamatan menjadi jaminan untuk bisa masuk sekolah. Meski pun prestasi mereka (siswa) jauh dari ketentuan. Bahkan dikatakannya, adanya zonasi bagi dirinya pribadi sangat merugikan. Seperti halnya Syarif dan Budi, ia memilih mendaftarkan sekolah anaknya di swasta.

“Kalau saya tahu rekomendasi dari Desa juga Kecamatan menjadi jaminan masuk ke SMP dan SMA, kenapa tidak dari kemarin saya meminta surat itu,” sesalnya.  * Q Agus- Kab. Bdg