PPHI “Pemilu 2019 Realitas Empiris Diantara Persimpangan Idealisme  – Rationalitas Dan Ontologi – Akseologi”

Bandung, 23 Mei 2019 – Bakinonline.com

Pemilu dalam segi politik, taktik dan strategi adalah kunci utama dalam memenangkan pertempuran didalam politik. Pertempuran disini bukan berarti seperti memimpin bala tentara untuk mengalahkan musuh dengan pertumpahan darah.

Tetapi siasat perjuangan para pelaksana politik untuk mendapatkan kekuasaan. Karena itu, tak heran jika segala cara untuk dihalalkan demi memenangkan pertempuran untuk  mendapatkan kekuasaan.

Jika taktik dan strategi dilakukan sesuai etika berpolitik,maka tujuan utama politik yang sebenarnya akan dapat tercapai.

Darjono, Crew Bakinonline. Sempat meminta tanggapan tentang pemilu 2019 di Indonesia dengan Dr. Tengku Nusmir Murphi, SH. MH. selaku Ketua Umum Perhimpunan Praktisi Hukum Indonesia (PPHI), melaui pesan singkat.

Menurut  Tengku. “Pemilu 2019 Realitas Empiris diantara persimpangan, antara idealisme dan Ratio nal i tas ,dan Ontologi.,Akseologi.”

Lebih lanjut Dia memaparkan. Pemilu sebagai suatu Realitas empirik sejalan dengan perjalanan suatu Negara, Pemilu juga merupakan Kristalisasi dari bersatunya Idealisme untuk mencapai  tujuan dan harapan se bagai wujud nyata keadilan (Metafisika) yang didambakan bagi insan yang berakal di dunia ini.” Uankapnya.

“Komsepsi Pemilu sebagai konvergensi tujuan bersama yg didesign  dari pikiran etis, idealis, dan ontologis maupun akseologis, dimana secara empiris dalam  prosesnya maupun aktuali sa sinya  identik dengan kandungan mineral  yang terdapat di dalamnya, dalam perspektip peng tahuan sekaligus sebagai embrio ilmu peng tahuan yg dapat dikemukakan dari berbagai sudut ilmu,” tambahnya.

Selanjutnya Dia menjelaskan. “ Ontollogis Pemilu sebagai sumber data baik Primer maupun scunder, akan menjadi peng tahuan apa sesungguhnya hakekat Pemilu itu sendiri sebenarnya. Sumber-sumber  dasar filosofis, hakekat pemilu nantinya akan menjadi Refleksi  bagaimana sasaran Pemilu menjadikan sara na yang Rational dan Realistis, dimana pada ke nyataanya pemilu  pasti ada dua pilihan,  dimana masyarakat secara pure memilih  ka rena kewajiban UU yg menentukannya.” Pungkasnya.

Darjono, mencoba menanyakan tentang rusuh pada 22 Mei 2019, yang dilakukan pada aksi massa  Kedaulatan Rakyat untuk memperjuangan kejujuran dan keadilan yang terjadi didepan halaman gedung KPU di Jakarta.

Dia menyampaikan, “Udah bagus, cuma sangat disayangkan pada akhir aksinya ada pihak-pihak tertentu  yang senyaja memancing kerusuhan. Dan saya lihat penangana aparat keamanan professional, sehingga warga Jakarta hari ini dapat bekerja dan beraktifitas kembali. “ Tengku dalam mengakhiri percakapannya. Kamis (23/5/2019).   # Darjono- Bakinonline.