Bakinonline.com

Jakarta- Bakinonline.com

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan 59 checkpoint atau pos pemeriksaan yang tersebar di sejumlah titik di Pulau Jawa. Nantinya, tiap personel di masing-masing pos bertugas mencegat para pemudik.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Istiono menjelaskan bahwa titik pemeriksaan itu akan berada di ruas jalan tol dan juga jalan arteri.

“59 titik jalur utama. (Rinciannya) Jalur tol 17 (titik), jalur arteri 42 (titik),” kata Istiono saat dikonfirmasi  Kamis (24/4/2020).

Istiono menjelaskan bahwa pos-pos pemantauan tersebut akan beroperasi secara efektif mulai Jumat (24/4/2020), yakni pada awal bulan Ramadan. Kendati demikian, dia belum merinci titil lokasi 59 check point tersebut.

Ke-59 titik pos itu nantinya akan menambah jumlah check point yang didirkan di Jabodetabek. Sampai saat ini, kepolisian menyatakan bakal mendirikan 19 pos pengawasan di Jabodetabek.

Sedangkan Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Benyamin mengatakan check point tersebut akan berada di beberapa wilayah perbatasan antara Jabodetabek dengan wilayah lainnya.

“Perbatasan Bekasi atau Karawang. Perbatasan Bogor atau Cianjur, perbatasan Bogor atau Sukabumi, perbatasan Tangerang atau Tangerang Kabupaten (Banten),” katanya.

Sementara itu, Polres Metro Bekasi sudah membuat jadwal penyekatan jalan di 3 titik perbatasan. Penyekatan bakal dilakukan Jumat dini hari (24/4/2020).

“Penyekatan nanti malam. Mulai berlaku tanggal 24 April, jam 00.00 WIB sudah mulai diberlakukan,” ungkap Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kota, Ojo Ruslani.

Tiga titik penyekatan tersebut berada di Sumber Arta, kemudian Bundaran Komplek Harapan Indah, dan yang terakhir perbatasan Cileungsi dengan Bantar Gebang.

Ojo mengatakan, “Jadi jika ada kendaraan yang terlihat bawa terindikasi mudik akan segera disuruh putar balik,” ujarnya.

Polres Metro Bekasi juga akan mengawasi jalan-jalan tikus ke daerah lain. Nantinya, petugas juga akan berjaga di jalan tikus untuk mencegat para pemudik.

“Jalur-jalur tikus sedang kita data dan akan ada patroli petugas untuk memantau pergerakan pemudik,” pungkasnya.

Pemerintah pusat memutuskan untuk melarang masyarakat mudik ke kampung halaman pada Ramadan dan Lebaran 2020, hal ini dilakukan untuk menekan laju penularan virus corona. Larangan mulai berlaku pada 24 April 2020 dan akan ada sanksi bagi mereka yang nekat ingin mudik.      (Maryono)