Bakinonline.com. Rohil– Awi Tongseng alias Rajadi (53) Kembali BUANA Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Penahanan Penyanyi berkaitan DENGAN kisruh Yayasan Perguruan Wahidin (YPW) PADA Tahun 2004 Silam. Kali Penyanyi awi diduga melakukan penggelapan di intern YPW 2004-2009 Silam DENGAN Tan Clara pengurus yayasan.

Sebelumnya Awi also PERNAH BUANA KARENA KASUS dugaan sumpah Palsu, namun Polda Riau Kalah di Praperadilan Dan Awi dibebaskan. Melihat hal adanya dugaan Kriminalisasi Penyanyi RIBUAN Pelajar Dan pengurus Perguruan melakukan Solidaritas aksi, Rabu (22/02/2017) siang di Gelanggang Olahraga (GOR) Wahidin.
Aksi Penyanyi dipimpin Langsung Oleh Wakil Koordinator Perguruan Wahidin Ilyas Yusuf Beserta pengurus perguran lainnya Serta Kepala Sekolah, SD, SMP Dan SMA Serta majelis Guru dan RIBUAN Siswa.
“Pak Awi ITU Donatur Kami, kenpa BUANA padahala Sudah inkrah Saat ITU bahwa beliau tak bersalah Dan Penyidik Kalah di Praperadilan. Kami merasa Penyanyi kriminalisasi Terhadap Donatur Kami Yang dulunya Ketua Yayasan Dan kini Masih Menjadi Donatur Aktif.” kata Ilyas Yusuf.
Aksi Solidaritas ditandai DENGAN pembubuhan Tanda serbi Diatas kain putih Sepanjang 15 meter yang Yang diiisi Oleh Siswa RIBUAN. Awi BUANA sejak Senin 20 Februari 2017 Oleh parties Polda Riau.
Saat ITU Awi diperiksa Mulai pukual 10.00 WIB-22.00 WIB Dan Penghasilan kena pajak ITU BUANA di Mako Polda Riau. Bahkan hearts soon PADA Jumat 24 Februari akan ADA demo gede-besaran di Polda Riau.
SEMENTARA ITU Sekretaris Wakil Koordinator Hasanto mengatakan, Laporan Awi Oleh Poniman Asmir Yang merupakan abang Kandung Tan Clara. “Jadi Penyanyi kaitannya DENGAN KASUS lama Dan Penyanyi dimunculkan KASUS penggelapan hearts Jabatan pasal 374 KUHAP Yang kitd Nilai SEBUAH kriminalisasi.” tegasnya.
Aksi solidritas siang ITU also Tampak para Siswa menyuarakan through kertas Negara Yang bertulikan Bentuk Dukungan seperti. “Donatur Kok BUANA” also ADA Tulisan Berhenti Kriminalisasi ditunjukan kepada Donatur Pendidikan.
Aksi berlangsung sekitra 45 Menit Dan berlangusng Tertib, para Pelajar meminta agar Awi Segera dibebaskan. (Sagala)