Temanggung, 7 Desember 2017 (bakinonline.com)
Peringatan Hari Desabilitas Internasional (HDI) yang jatuh pada tanggal 3 Desember diperingati bersama di kabupaten Temanggung pada hari Kamis, 7/12/2017 dipusatkan di Balai Besar Rehabililitas Sosial Bina Grahita (BBRSBG) jalan Kartini Temanggung.
Peserta dalam peringatan HDI diikuti oleh para pengandang disabilitas yang berasal dari sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) antara lain Sragen, Surakarta, Semarang, Salatiga, Magelang, Temanggung, dan Yogyakarta.

Mereka tampil dengan membawakan berbagai tarian, masign band dan lainnya sehingga membuat peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tersebut berlangsung semarak. Selain penampilan kesenian dan hiburan juga digelar peragaan busana batik ciprat oleh para penyandang disabilitas Temanggung.

Tiga (3) hari sebelum hari H Crew Bakinonline mencoba menanyakan lewat telepon dengan Saminah, salah satu guru pembimbing “Anak-anak SLB dari Temanggung sudah mempersiapakan dengan latihan tari secara rotin untuk ditampilkan pada hari H tgl 7/12/2017 namti” mudah-mudahan acara nanti dapat berjalan dengan lancer, Saminah menambahkan.

Pergelaran pentas seni merupakan wahana bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi di bidang seni seklaigus sebagai wujud nyata hasil dari proses rehabilitasi yang telah dilaksanakan dan merupakan implementasi dari kebijakan pemerintah sebagai salah satu upaya dalam pengentasan permasalahan penyandang disabilitas.

                      Acara ini digelar untuk menunjukkan kepada masyarakat tentang keberadaan, potensi, dan permasalahan para penyandang disabilitas, khususnya disabilitas intelektual, serta berbagai kebijakan pemerintah dalam penanganannya sehingga diharapkan dapat menggugah partisipasi masyarakat guna membantu mengupayakan pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan mereka.

Dalam kesempatan ini Bambang Sukarno, Bupati Temanggung yang hadir dalam HDI tersebut, mengaku terus memberi perhatian kepada penyandang disabilitas di Temanggung, salah satunya memberikan fasilitas khusus disabilitas dengan keramik warna kuning di beberapa jalan protokol dan taman yang ada di Temanggung.

“Di Alun-Alun Temanggung juga kami beri akses untuk kursi roda bagi penyandang disabilitas. Jadi anak-anak penyandang disabilitas bisa diajak bermain di Taman Pancasila atau di Alun-alun Temanggung,” Bambang menambahkan. (Redaksi Bakin).