Percepatan Pembangunan Jangan Korbankan Lahan Pertanian

Kab. Bandung- Bakinonline.com

Didalam upaya melindungi program Lahan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan (LP2B), pihak Pansus V DPRD Kabupaten Bandung, pada saat ini tengah merevisi Perda nomor 1 tahun 2019 tentang LP2 B. Seperti dijelaskan , H.Eep Jamaludin Sukmana, ketua fraksi PAN yang juga anggota Pansus V, hal ini dilakukan karena masih ada hal – hal yang tidak sinkron antara RT RW   (Rencana Tata Ruang Dan Wilayah) dengan lahan yang harus dilindungi di program LP2B tersebut.

Dan saat ini, sambung Eep, kita di Pansus V sedang memperbaharui dan melakukan sinkronisasi, supaya keberadaan lahan itu betul – betul konkrit atau riil, dan lahan yang harus dilindungi ini, sinkron dengan RTRW, sehingga tidak dapat dialih fungsikan dengan lahan yang lain. ujar Eep.

Terus terang terkait aturan dan data LP2B ini sudah ada ,tapi dari segi luasannya masih ” abu-abu”, dan saat ini kita dari Pansus V telah sepakat bersama dinas terkait dan pemerintah daerah sedang mencari komposisi paling ideal dan betul -betul riil, ungkap Eep.

Di katakan Eep, Banyak lahan basah termasuk pesawahan yang pada saat ini terus berkurang yang diakibatkan dari proses pembangunan baik tingkat pusat maupun daerah, seharusnya untuk alih fungsi lahan ini tidak mengorbankan lahan basah seperti sawah yang menyangkut dengan bahan pokok makanan.

Dengan pertambahan penduduk yang cepat jangan sampai mengurangi lahan pertanian yang dilindungi oleh Peraturan LP2B, minimal kita bisa mempertahankan luasan yang dilidungi LP2B ini, hal ini berangkat dari kondisi bahwa dikabupaten Bandung ini masih banyak petani yang menggantungkan hidupnya dari produksi pertanian khususnya sawah. papar Eep.

Ditambahkan Eep, Mudah-mudahan proses revisi Perda terkait LP2B ini segera dapat diselesaikan dan direalisasikan, agar di wilayah kabupaten Bandung ini dapat terjadi keseimbangan antara proses percepatan pembangunan dengan kondisi lahan pertanian tetap terlindungi, pungkasnya.

# Sulae- Bkn