Jakarta – Bakinonline.com

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi tidak dapat berkomentar banyak soal perang tarif Gojek dan Grab. Ini lantaran layanan Ride- Sharing bagi kendaraan roda dua tidak memiliki landasan hukum. 

Selain tidak dapat dibuat peraturan setingkat menteri, Budi beralasan bahwa Undang- undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juga belum mengakui sepeda motor sebagai transportasi publik. 

“Belum ada sama sekali. Ya, tindakan terhadap persaingan tarif. Kami belum ke roda dua,” kata Budi kepada awak media. 

Kata Budi, sejauh ini kementeriannya hanya dapat mengontrol persaingan harga pada taksi Online. Hal itu telah lama dilakukan melalui Peraturan Menteri (Permen) No. 108 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek. 

Dalam proses penegakan aturan itu, ia mengatakan Kemenhub telah bekerja sama dengan KPPU dan kepolisian. 
Menurut dia, KPPU berperan menerima pengaduan bila terjadi ketidaksesuaian tarif batas atas dan bawah. 

Sementara itu, petugas Kemenhub dan kepolisian juga akan mengecek jika terdapat keluhan dari driver terkait tarif yang telah ditetapkan.  

Persaingan tarif antara dua penyedia layanan ride-sharing berbasis aplikasi masih belum berakhir. Pada November 2018, Gojek melakukan penurunan tarif per kilometer bagi layanan Go-Ride menjadi Rp1.200,- 

Nilai itu jauh di bawah tarif per kilometer yang pernah ditetapkan pada Juni 2018 yang berada pada kisaran Rp 2.200 hingga Rp 3.300. Salah satu alasan naik turunnya tarif Gajek adalah guna menjaga ritme permintaan dan penawaran pasar.

Sedangkan Grab masih menjaga tarif layanan Grab-Bike pada kisaran harga Rp 2.200. Managing Direktur Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengkritik kebijakan itu usai peluncuran Grab Bike Lounge di Jakarta Selatan, Selasa (4/12) lalu. 

Menurut Ridzki, saat para mitra berdemonstrasi menuntut peningkatan kesejahteraan, Gojek gencar ingin menaikkan tarif per kilometer. Namun saat ini kata Ridzki, Gojek justru tiba-tiba menurunkan tarifnya.  #  Red. Bkn