bakinonline

Bandung, 12 September 2017

Pariwisata merupakan sektor terpenting dalam pembangunan daerah, selain sebagai penggerak kegiatan ekonomi, parawisata juga menjadi strategi dalam mewujudkan daya saing perekonomian daerah. Perencanaan dan Pengendalian yang terpadu dan sinergis dibutuhkan untuk perkembangan Pariwisata Daerah yang cepat dan pesat agar dapat memberikan dampak positif yang besar dan menguarai dampak negatif menjadi semakin kecil.

Dengan adanya Riparprov (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Jawa Barat tahun 2015-2025) menjadi peranan penting di dalam sektor kepariwisataan Daerah dan merupakan pedoman utama pembangunan kepariwisataan daerah yang dapat memberikan arah kebijakan, strategi dan program yang perlu dilakukan pemangku kepentingan terkait untuk mencapai visi, misi, dan tujuan pembangunan kepariwisataan.

Namun apakah Riparprov ini sudah maximal dilakukan untuk membangun kepariwisataan Daerah Provinsi seperti didalam visinya yakni ‘Menjadi Jawa Barat sebagai Destinasi Parawisata Berkelas dunia yang terintegrasi, berkelanjutan, dan Menjunjung tinggi nilai budaya’.

Jelas bukan hanya pemerintah saja yang dapat membangun suatu pembangunan parawisata, perlu pihak pihak pemangku kepentingan lainnya yang terkait, yang dapat bekerja sama, bersinergi untuk pembangunan pariwisata ini. Dan diperlukannya pemberdayaan masyarakat untuk upaya kesadaran diri agar dapat meningkatkan kapasitas, akses, baik secara individu maupun kelompok, dalam memajukan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraan melalui kegiatan kepariwisataan.

Salah satu wujud kesadaran masyarakat untuk mendukung pembangunan parawisata ini yakni dengan dibentuknya Kompepar (Kelompok Penggerak Pariwisata) dari tingkat provinsi, Kabupaten, Kota hingga Kecamatan di Jawa Barat, dan sudah banyak Destinasi parawisata yang kini dikelola oleh Kompepar didaerah itu sendiri, namun tidak semua peranan Kompepar dapat membangun Objek wisata tersebut, dikarenakan membangun suatu daerah tempat Objek wisata itu tidaklah mudah seperti membangunan prasana umum, fasilitas umum, pengembangan, pemasaran, pemantauan dll.

Peran Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) untuk menghidupkan kepariwisataan di jawa barat harus didorong dan didukung pemerintah. Pemerintah jangan hanya membuat aturan saja lalu dibiarkan menjadi pajangan, akan tetapi lakukan aturan itu sebagaimana mestinya seperti didalam Visi Misi Riparprov itu sendiri. Dan sudah semestinya Pemerintah dapat bersinergi dan mendukung program Kompepar yang memang mengikuti aturan dari riparpov itu sendiri.

Dengan melibatkan Kompepar tentunya, dan bersinergi dengan pemerintahan kepariwisataan di wilayah Jawa Barat dapat berkembang semakin maju dan masyarakat tentunya bisa terlibat secara langsung dalam mendukung suksesnya kepariwisataan. Yang harus dilakukan ialah bagaimana mendidik masyarakatnya untuk siap dalam mengelola obyek wisata bertaraf internasional, dan itu penting jangan sampai masyarakat jadi premanisme. Kompepar bersama pemerintah harus memberdayakan masyarakat supaya tumbuh sadar wisata dan penerapan sapta pesona.

Pelatihan dan bimtek dari Pemerintahan dan Kompepar provinsi harus digelar sesering mungkin kepada para kompepar di berbagai daerah, agar mampu menjadi modal dasar dalam percepatan membuka akses wisata di titik objek wisata yang saat ini masih banyak belum terpollw up, dan dapat membuka peluang baru bagi semua objek wisata yang dimilki disemua daerah Jawa Barat. sehingga kedepan menjadi Jawa Barat salah satu dapat menjadi destinasi wisata di nasional bahkan wisata internasional. (Devixsi)