Bakinonline.com

Bakinonline.com – Pengamat politik dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Agus Rianto menyatakan bahwa Lockdown akan melahirkan sejumlah persoalan bagi Indonesia, khususnya di sektor ekonomi dan politik.

Di sektor ekonomi, lanjutnya, Lockdown akan berdampak ke masyarakat kelas menengah ke bawah yang akan kesulitan untuk memperoleh penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Lockdown paling berdampak struktur ekonomi, terutama masyarakat menengah ke bawah kalau harus di rumah itu akan bersoal pada pendapatan. Itu kalau tinggal di rumah, negara akan hadapi persoalan cara melayani mereka, tanggung jawab negara sangat berat,” kata Agus.

Dia mengaku tanpa kebijakan Lockdown maka potensi virus corona berpotensi menyebar semakin luas di tengah masyarakat.

Namun, lanjutnya, pemerintah harus mempertimbangkan dampak ekonomi yang ditimbulkan bila menerapkan kebijakan Lockdown. Pasalnya, tanpa kebijakan Lockdown, kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mengalami penurunan.

“Tidak Lockdown saja pertumbuhan ekonomi menurun, kalau Lckdown maka makin terpuruk ekonomi kita ini. Itu yang harus dipertimbangkan pemerintah saat ini,” ungkap Agus

Sementara di sisi politik, menurutnya, lockdown berpotensi melahirkan konflik sosial karena terkait dengan suplai kebutuhan masyarakat seperti makanan, obat, dan lain sebagainya.

“Saya khawatir kalau Lockdown merembet ke wilayah politik, ketika negara suruh mereka tinggal di rumah, bagaimana negara bisa suplai kebutuhan masyarakat luas dari makan, obat, dan sebagainya. Itu bisa timbulkan social evidence,” tutur Agus.

Berangkat dari itu, Agus menyarankan agar pemerintah menyiapkan anggaran dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) menyangkut kesehatan untuk menanggulangi penyebaran virus corona.

Menurutnya, pemerintah juga harus menyiapkan dana penguatan solidaritas bersama untuk mendanai kegiatan seperti kebersamaan dalam menjaga kebersihan sertau mendukung kegiatan masyarakat agar bisa bekerja dari rumah.

“Harus ada fasilitas kegiatan yang berdampak pada pelayanan publik di rumah, seperti internet semakin murah supaya orang di rumah,” tuturnya.

Pemerintah pusat, kata Agus, juga harus mendorong pemerintah daerah agar memiliki sensitivitas yang tinggi dalam menyikapi penyebaran virus corona di wilayahnya masing-masing.

Dia menambahkan, pemerintah juga harus mendorong corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan agar memiliki tanggung jawab bersama dalam menanggulangi penyebaran virus corona di Indonesia.

“Pemerintah perlu dorong CSR dari perusahaan-perusahaan memiliki tanggung jawab bersama, ini bukan pekerjaan pemerintah saja. Semua punya tanggung jawab dan kepedulian bersama,” pungkas Agus.

# Dajono