Bakinonline.com – Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto menggalang donasi pendanaan kampanye untuk Gerindra melalui video berdurasi 19 menit di laman Facebook resminya, Kamis (21/6/2018).

Prabowo mengatakan, Gerindra membutuhkan donasi dana untuk menghadapi agenda politik 2019. Sebab, menurutnya, ongkos demokrasi di Indonesia begitu besar dan hanya memberikan peluang kepada partai dan tokoh dengan modal besar.

“Saya merancang suatu program pencari dana dari rakyat langsung, dari pendukung-pendukung saya, dan pendukung-pendukung Gerindra. Saya namakan @GalangPerjuangan,” Ujarnya.

Prabowo menambahkan, Gerindra telah menyiapkan rekening bagi kader dan simpatisan yang ingin mendonasikan dana politik.

“Saya mohon bantuanmu, berapa banyak itu tergantung kemampuanmu. Kalau kau, katakanlah, mengirim Rp 5 ribu kami sudah terima kasih. Kalau bisa kirim Rp10 ribu, Rp20 ribu dan seterusnya akan sangat berarti,” kata Prabowo.

Pernyataan Prabowo ini seperti menegaskan kabar yang sempat beredar bahwa lambatnya deklarasi dirinya sebagai capres lantaran kekurangan modal, seperti halnya yang sempat disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Hasyim Djoyohadikusumo.

Akan tetapi, Ketua DPP Gerindra, Habiburokhman membantah penggalangan dana tersebut lantaran Prabowo kekurangan modal.

“Tidak kekurangan modal. crowdfund itu kan biasa di negara demokrasi,” kata Habiburokhman, di Mandailing Cafe, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

Habiburokhman menyatakan, hal serupa juga dilakukan oleh Barrack Obama sewaktu mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat.

“Justru itu ada nilai atau filosofi demokrasinya yaitu melibatkan masyarakat berpartisipasi dalam perjuangan sejak awal sekali. Jadi masyarakat ikut andil sejak awal sekali,” kata Habiburokhman.

Selain itu, kata dia, crowdfunding juga bisa mengubah kebiasaan lama pendanaan politik oleh segelintir orang saja yang bisa mengarah kepada politik oligarki.

“Nah kalau di Gerindra kita liat nih, kalau Crowdfund ini baru ya, tapi kebijakan yang menyerap aspirasi dari bawah sudah sering kita lakukan,” kata Habiburokhman.

Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini pun menyatakan kebijakan ini sebenarnya sudah dipersiapkan sejak lama. Hanya saja baru diekspos ke publik melalui Facebook  laman resmi Prabowo. (Redaksi Bakin)