pemudik
bakinonline.com

Banyumas- bakinonline.com

Hari ini ada 61 orang yang terjaring di empat posko perbatasan yang ada di Tambak, Sokaraja, Wangon dan Ajibarang. Posko Gabungan yang terdiri dari Polri, TNI dan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas itu memanatau orang yang masuk Banyumas dengan menanyakan tujuan dan berasal dari mana. Apabila mereka ber KTP Banyumas dan akan masuk wilayah Banyumas. Tim berkoordinasi dengan gugus tugas desa dan RT setempat untuk pemantauan. Apabila berasal dari zona merah mereka diarahkan mengikuti karantina massal di GOR Satria Purwokerto.

Kepala dinas perhubungan Agus Nurhadi melaporkan bahwa kepulangan hari ini terbilang meninggkat dari hari sebelumnya, karena mencapai 61 orang. Sebelumnya 37,dan 43 orang. Dari ke 61 pemudik tersebut dua diantaranya langsung diantar ke GOR Satria Purwokerto. Dan ada beberapa orang tidak diterima dilingkungan dan langsung dibawa ke GOR Satria Purwokerto untuk di karantina.

“Hal tersebut masih bisa bertambah, karena ditengarai ada pemudik baik dengan travel maupun mobil carter memanfaatkan sejumlah jalur tikus atau alternatif. Misal dari arah barat melalui Krajan maupun Banjaranyar, dari arah selatan melewati Dermaji, Gumelar kemudian Kracak Ajibarang, Dari arah Timur melewati Padamara,” kata Agus dalam rapat koordinasi penangan covid-19 di Pendopo Supanji Senin (04/05/2020).

Bupati Banyumas Achmad Husein mengintruksikan agar Gugus Tugas Desa yang menjadi jalur alternatif untuk melakukan pengawasan agar mereka terdata dan mudah pengawasannya. “Apabila memungkinkan Gugus Tugas Desa yang biasa untuk jalan alternatif, bisa untuk melarang mobil luar kota yang akan masuk desanya,” katanya.

Hal tersebut diperkuat oleh Kapolesta Banyumas Kombes Pol Whisnu Caraka, agar memanfaatkan Gugus Tugas Desa karena lebih terasa bersahabat.   (Hadi Try W.R)