PEMBEBASAN TANAH BANDARA KULONPROGO “ TIDAK PROSEDURAL “

0
179
bakinonline.com | Tanah kulonprogo

Bakinonline.com,   11 Februari 2017

Dalam proses pembebasan tanah rencana proyek lapangan terbang (Bandara) Kulonprogo tidak prosedural, banyak tanah terlantar yang oleh pemilik yang sah berdasarkan girik atau leter C  yang ada di kantor desa yang diberikan kepada orang yang bukan haknya, hal ini terjadi karena tanah-tanah tersebut peninggalan dari orang tuanya dan orang tuanya sewaktu masih hidup tidak pernah memberitahukan keberadaan tanah tersebut kepada anak-anaknya, sehingga tanah tersebut terlantar atau digarap oleh keluarga orang lain.

bakinonline.com - Tanah kulonprogo

Kisah nyata dialami oleh seorang ibu rumah tangga bernama Sonem yang sejak usia anak Sekolah Dasar (SD) sudah ditinggal kedua orang tuanya, tapi sebelum meninggal orang tuanya sempat   memberitahukan atau mendaftarkan kepada carik (sekertaris desa) pada waktu itu  bahwa tanah tersebut untuk Sonem anak satu-satunya (anak semata wayang), dan setelah tim investasi Bakin dan kuasa B. Sonem melihat surat catatan di kantor Desa tersebut masih tercatat atas nama B. Sonem (ibu Sonem).

bakinonline.com - foto kulonprogo

Anehnya pada waktu tim kuasa menanyakan keberadaan tanah tersebut, pihak kelurahan memberitahukan bahwa tanah tersebut sedang dalam proses pembebasan untuk proyek lapangan terbang Kulonprogo dan ada 2 orang yang mengaku ahli waris yang sedang mengurus untuk mendapatkan uang pembebasan proyek Bandara, pihak panitia dan kepala desa Glagah, kecamatan Temon. kabupaten Kulon Progo Jojakarta, Jawa Tengah, menerangkan bahwa B. Sonem sudah meninggal, tim mencoba agar pihak Desa atau panitia memperlihatkan surat kematian B. Sonem, ternyata kepala desa dan panitia pembebasan dengan segala alasan tidak dapat memperihatkan surat yang dimaksud, pada hal B. Sonem saat ini masih hidup (usia 84 tahun).

Saat ini tim kuasa B. Sonem masih tetap menelusuri keberadaan tanah tersebut dan akan mengusut kong kalikong mafia tanah dengan pihak lain yang memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan uang penggantian lahan proyek bandara Kulonrogo, (John-Bakin).