osbb harus tegas dan ..
bakinonline.com

Jawa Barat – bakinonline.com

Meskipun ada larangan mudik dari pemerintah yang diperkuat dengan penjagaan pos pengawasan (check point) di sejumlah wilayah, masih ada saja pengemudi yang ‘nekat’ melanggar. Termasuk pengendara mobil travel berplat hitam.

Berdasarkan pantauan Tim Pantau Media Bakin,  ada beberapa mobil dengan nomor polisi plat hitam yang dijadikan travel (jasa transportasi umum gelap) yang berusaha menembus brikade pemeriksaan petugas gabungan, sejak dari wilayah Jakarta, Tangerang, Serang, hingga Kota Cilegon. dan ada juga yang menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, dan daerah lainnya, meski ditempuh dengan waktu yang tidak semestinya (lebih lama), dan harus kucing-ucingan dengan petugas dan mecari jalan tikus agar dapat meneruskan perjalanannya.

Tentu saja ini perjalanan yang beresiko dan tidak semuanya dapat sampai tujuan. Pasalnya banyak juga kendaraan yang terjaring pada waktu melewati pos check point di wilayah berikutnya. Yang mengharuskan kendaraan berbalik arah untuk kembali ke asalnya.

Kebijakan PSBB ini dilakukan oleh pemerintah sebagai salah satu upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Indonesia yang semakin hari terus bertambah. Masyarakat dihimbau untuk mematuhinya, demi kepentingan yang lebih besar, yakni keselamatan dan kesehatan orang yang lebih luas. Dimana, hanya kendaraan yang membawa kebutuhan barang pokok, alat medis dan barang yang diperbolehkan lewat.

“Kebijakan presiden sudah jelas melarang kegiatan mudik, harus dipahami bahwa salah satu cara untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran covid ini salah satunya dengan mengurangi pergerakan lalu lintas masyarakat yang keluar masuk antar provinsi, maupun yang keluar masuk wilayah PSBB,” kata Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Wibowo, saat dikonpermasi.

Sejak diberlakukan PSBB sudah banyak kendaraan yang disuruh putar balik, seperti di Gerbang Tol (GT) Cikupa, kemudian GT Merak, diperbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah, diperbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur. Kebanyakan kendaraan yang disuruh putar balik, merupakan kendaraan penumpang dengan tujuan mudik yang berasal dari wilayah Jakarta.

“Sampai saat ini kendaraan yang mengadakan mudik sudah mengalami penurunan hingga 27 persen. Saya ingin menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk betul-betul memahami situasi dan kondisi saat ini, betul-betul bisa mengerti dan bisa melaksanakan apa yang menjadi kebijakan pemerintah,” jelas Wibowo.

Dalam pantauan Media Bakin. Namun dengan adanya kebijakan Relaksasi Transpotasi oleh Mentri Perhubungan (Menperhub), bahwa mulai tanggal 7 Mei 2020 semua transpotasi umum baik darat, laut maupun udara bebas beroperasi kembali.  Dikhawatirkan akan banyak masyarakat yang akan ‘nekat’ untuk mencoba melakukan mudik, dengan alasan di kota sudah tidak ada kegiatan yang dapat diharapkan dan kebanyakan mengalami PHK (tidak ada penghasilan lagi). Sudah menjadi kebiasaan dan budaya bagi kita, bahwa mudik Idul Fitri telah dilakukan sejak lama sebagai tradisi untuk bertemu (bersilaturahmi) dan melepas rindu bagi keluarga dan sanak saudara dengan suasana  keakraban yang berbeda.

Darjono Bakin menilai. “Perlunya tindakan yang tegas dan terukur dalam pelaksanaan kebijakan PSBB di semua pos penjagaan wilayah (check point), agar penyebaran virus corona yang menjadi musuh kita bersama dapat cepat teratasi,” ujarnya.

“Dalam pelaksanaan PSBB ini, bila tidak dilaksanakan dengan tegas maka upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) akan sia-sia (gagal).” Darjono menambahkan.   (red. bakin)