Cilegon Banten – bakinonline.com

Berawal dari penolakan pekerja akan adanya rencana restrukturisasi dan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak yang akan dilakukan PT. KS, (2/7/2019).

Mereka, Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Baja Cilegon (FSBC) itu awalnya demo di depan Gedung Teknologi PT KS. Usai berorasi, para buruh bergerak ke depan Kantor Pemerintah Kota Cilegon Jalan Jenderal Sudirman, Cilegon.

Para buruh yang juga tergabung dalam Serikat Buruh Krakatau Steel (SBKS) menilai rencana restukturisasi dan PHK sepihak PT. KS akan mengancam masa depan para buruh dan keluarganya. Mereka meminta PT. KS memikirkan kembali rencana tersebut.

Mereka khawartir jika hal ini terjadi, maka dampaknya bisa terjadi PHK yang akan menimpa ribuan buruh. Selama ini mereka hanya menggantungkan hidup dari perusahaan di bawah PT. KS.

Para buruh juga meminta Pemerintah Provinsi Banten dan Pemkot Cilegon segera menyikapi persoalan ini.  Agar pemerintah segera mencarikan jalan keluar sebelum terjadi PHK sepihak oleh perusahaan.

Kordinator aksi Muhari Machdum mengatakan, para buruh berjuang agar kebijakan resturkturisasi dan PHK secara sepihak tidak dilakukan oleh PT. KS.

“Saya minta rencana ini dibatalkan, karena kenyataannya mulai tanggal 1 Juni 2019 sudah ada sekitar 529 karyawan outsourching yang dirumahkan dari total 2.600 karyawan,” ujar Muhari.

Ia mengaku sudah bekerja selama 20 tahun sebagai pekerja outsourching PT. Krakatau Steel meskipun sebelumnya pernah menjadi karyawan organik di perusahaan tersebut. Namun, dengan alasan efisiensi saat ini rencananya 2.600 karyawan outsourching di bagian produksi baja PT. KS akan dirumahkan setelah Agustus 2019.

“Intinya. kami menolak dirumahkan, apalagi di PHK sepihak. Kami dari serikat tidak pernah diajak bicara membahas persoalan ini,” kata Muhari yang juga Wakil Ketua Umum SBKS.

Ia menjelaskan sejak 1 Juni 2019 yang lalu atau menjelang lebaran sudah banyak karyawan outsourching yang dirumahkan dengan alasan tidak jelas dan kebijakan tersebut dilakukan sepihak PT. KS.

Sedangkan sebanyak 2.600 karyawan outsourching PT. KS juga sampai saat ini belum jelas nasibnya setelah dirumahkan, karena masih menunggu keputusan setelah Agustus mendatang.   # Red. bakinonline