Denpasar Bali, bakinonline.com

Nyepi jatuh pada tanggal 28/3/2017, Nyepi adalah hari raya Hindu Bali yang dilakukan secara unik, berbeda dengan hari raya agama lain pada umumnya pada hari H selalu disambut dengan meriah. Semua umat Hindu yang melakukan peringatan hari raya Nyepi harus memenuhi empat (4) brata penyepian, yaitu :

1. Amati Geni  (tiada berapi-api/ tidak menggunakan     an atau menghidupkan api).

2. Amati Karya (tidak bekerja) tidak melakukan             aktifitas pekerjaan

3. Amati Lelungan (tidak berpergian)

4. Amati Lelalungan (tidak mendengarkan hiburan).

Jadi situasinya memang benar-benar sepi, lengang tidak ada aktifitas yang menonjol.

Hari raya nyepi jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (ke 9) yang dipercaya merupakan penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup, dua atau tiga hari sebelum Nyepi umat Hindu melakukan rituan penyucian dengan melakukan upacara yang disebut Melasti atau Melis/ Mekiyis, pada hari tersebut semua sarana persembahyangan yang ada di pura-pura (tempat suci) diarak ke pantai atau danau, karena diyakini pantai/ lautan atau danau merupakan sumber air suci (tirta amerta) yang bisa mensucikan atau leleh (kotor) yang ada didalam manusia dan alam, (Darjono-Bakin).