Bakinonline.com - Berani Kritis Independen

Jakarta- Bakinonline.com

Saya berharap PPHI Gugat Presiden & Lembaga Tinggi Negara DPR, MPR yang mengangkangi UUD 45 dan Hirarki perundang undangan Indonesia yang menggodok RUU Omnibus Law.

RUU  Omnisbus Law tidak dikenal dalam sistim perundang undangan di Negara Indonesia, dalam hal lain Badan eksekutip salah satu fungsinya adalah mengajukan RUU kepada DPR sebagai badan Legislatip, RUU dimaksud adalah UU bukan. ?

Omnisbus Law gabungan beberapa perturan kedalam Omnnibus Law, oleh karena tidak di atur didalam UU dan fungsi Eksekutip maupun Legislatip di dalam UUD 45, bertentangan dengan apa yg diatur fungsi Eksekutip dan Legislatip dalam UUD 45.

Oleh sebab itu Presiden, badan Legislatip mauapun MPR yang terkait perlu digugat, agar usulan Omnibus Law  oleh  Pemerintah kepada DPR tidak dilanjutkan karena tidak memiliki Dasar Hukum.

Saya berharap masyarakat dan elemen masyarakat tidak terocuptasi dalam menelaah Omnibus Law,  terkait dengan aspek subtansi atau materiilnya.

Menurut saya hal yang kongkrit dan yang harus dilihat dalam Omnibus Law adalah aspek yuridis formil serta fungsi-fungsi Badan Eksekutip, Legislatip dan MPR.

PPHI. Mengadopsi Nilai-nilai Hukum kebiasaan indonesia, Jika kita menggali sejarah hukum kebiasaan indonesia, kita akan tahu betapa penerapan dan nama kitab hukum seperti di era Majapahit, di era Sriwijaya, diera kerjaan Kediri, dan kitab- kitab hukum jawa kuno,  seperti kitab Kutara manawa tahun 1360 M dan Prasasti Balig gawan Tahun 891 yg ditulis Supratikno, maupun Epigraf Buchori, seperti cukup mengadopsi hokum, kebiasaan yg pernah diterapkan di era kerajaan jawa kuno, sepertinya dengan mengadopsi peninggalan leluhur bangsa maka hukum barat terutama Belanda sepertinya tak perlu lagi kita terapkan, bahkan kita memiliki sistim hukum yang pernah ada.

PPHI. Bretly Hiler, Orientalis Jerman, Dalam bukunya ‘Orang-Orang Timur dan Keyakinannya Mereka’ mengatakan, Muhammad adalah seorang kepala negara dan punya perhatian besar pada kehidupan rakyat dan kebebasannya. Dia menghukum orang-orang yang melakukan pidana sesuai dengan kondisi zamannya dan sesuai dengan situasi di mana Nabi Muhammad hidup diantara mereka. Nabi ini adalah seorang penyeru kepada agama Tuhan Yang Esa. Dalam dakwahnya, dia menggunakan cara yang lembut dan santun meskipun dengan musuh-musuhnya. Pada kepribadiaannya ada dua sifat yang paling utama yang dimiliki oleh jiwa manusia. Keduanya adalah ‘keadilan dan kasih sayang.’

# Darj.