Jakarta, 7 April 2018 – Bakinonline.com

Puluhan petani asal Kalimantan Selatan yang mengaku, lahanyang telah digarap selama ini diambil paksa oleh perusahaan kelapa sawit, dengan menggunakan aparat kepolisian untuk melakukan intimidasi. waktu kejadian pada Jumat, (6/4/18) kemarin, Para petani rencana akan mengadu ke Komnas HAM di Jakarta untuk meminta bantuan Komnas HAM agar bisa melakukan kegiatan bercocok tanam kembali.

Hari Sabtu (7/4/2018), aksi unjuk rasa ini dilakukan di depan Kantor Komnas HAM Jakarta Pusat, puluhan petani dari perwakilan tiga desa di Kalimantan Selatan mengadukan nasibnya.

Dalam orasinya para petani mengaku lahannya seluas 375 hektare yang berada di dua desa, yaitu Desa Mekar Pura dan Desa Salino, Kecamatan Pelaut Tengah, Kota Batu, Kalimantan Selatan, diambil paksa oleh perusahaan kelapa sawit milik PT Multi Sarana Agro Mandiri atau PT MSAM.

PT MSAM diduga menggunakan kekuatan aparat kepolisian untuk memgintimidasi para petani, sehingga petani mengaku takut dan pasrah lahannya telah diambil paksa.

Usai menerima aduan dari para petani, salah satu komisioner Komnas HAM Hairansyah, meminta agar perusahaan kelapa sawit menghentikan sementara waktu, penggusuran lahan warga petani sampai Komnas HAM selesai melakukan pemeriksaan di lokasi TKP.  (Redaksi Bakin)