Menpora Terjaring KPK, Hal ini Bukan Yang Pertama ‘Lagu Lama Versi Baru’?
bakinonline.com

Jakarta – bakinonline.com

Menpora terjaring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hal ini bukanlah yang pertama, merupakan lagu lama versi baru. ?.  Sebelum Imam Nahrawi jadi tersangka kasus dugaan suap dana hibah dari pemerintah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kempora dan penerimaan gratifikasi, lembaga antirasuah juga pernah menangkap Andi Mallarangeng kasus korupsi terkait proyek pembangunan pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, empat tahun yang lalu.

Andi Mallarangeng menjalani hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin. Diketahui Andi‎ divonis 4 tahun penjara serta denda Rp200 juta oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 2014. Andi lalu mengajukan kasasi, namun Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi tersebut.

Andi terbukti korupsi sebesar Rp2 miliar dan US$ 550.000 dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Semua uang diterima Andi melalui adiknya, Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallarangeng yang saat ini berstatus terdakwa.

Andi Mallarangeng, pun dapat menghirup udara bebas setelah menjalani masa hukuman, di Lapas Korupsi, Sukamiskin Bandung. Dirinya dinyatakan bebas murni, pada Rabu 19 Juli 2017, setelah melewati massa cuti menjelang bebas.

Kali ini, giliran Menpora Imam Nahrawi yang jadi tersangka KPK. Dia jadi menteri kedua dalam Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang dijadikan tersangka oleh KPK. Menteri pertama yang jadi tersangka korupsi di era Jokowi adalah Idrus Marham yang saat itu menjabat Menteri Sosial.

Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi tersangka kasus dugaan korupsi, terkait dana hibah KONI dari Kemenpora RI.

Selain Imam Nahrawi jadi tersangka kasus dana hibah KONI, KPK juga tetapkan Asisten Menpora RI, Miftahul Ulum tersangka kasus dugaan korupsi.

“Dalam penyidikan tersebut ditetapkan dua orang tersangka yaitu IMR (Imam Nahrawi) dan MIU (Miftahul Ulum),” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (18/9/2019).

# Idrus- Bkn Jkt