BAKIN, Tolitoli. Kabupaten Tolitoli adalah salah satu bagian dari wilayah propinsi Sulawesi tengah, Daerah ini berbatasan langsung dengan kabupaten Buol di arah utara, kabupaten Donggala diarah selatan dan diarah timur dengan kabupaten Parigi Moutong.

  Sebagian besar wilayahnya berada dipesisir yang memanjang dari arah utara menuju selatan, jarak tempuh darat dari kota palu +-8 – 10 jam dan lewat udara berdurasi =+ 1 jam. Dahulu kala daerah ini didiami oleh 3 etnis yaitu Tolitoli, Dondo dan Dampal, namun seiring berjalannya waktu kini telah memiliki penduduk yang terdiri dari berbagai suku yang ada dinusantara sebagai akibat dari perkawinan, transmigrasi, penugasan pekerjaan, pembukaan perkebunan Cengkeh, Coklat dan berbagai sebab lainnya. Saat kita memasuki wilayah kabupaten tolitoli dari arah Utara, Timur maupun selatan kita akan melihat gunung maupun bukit yang dipenuhi oleh tanaman Cengkeh yang merupakan tanaman perkebunan khas daerah ini dan telah menjadikan kabupaten Tolitoli sebagai kabupaten penghasil komoditi cengkeh terbesar diindonesia.belum lagi dengan karakter wilayah pesisirnya dengan bentangan garis pantai ratusan kilometer dan pulau-pulau yang memiliki pesona yang tidak kalah indahnya dengan daerah – daerah lain diindonesia.

  Berbagai destinasi wisata Kabupaten Tolitoli dapat kita saksikan diantaranya, wisata agro berupa berupa perkebunan cengkeh, wisata laut berupa alam bawah laut dengan karang karang dan aneka ragam hayati laut, wisata air terjun dan kampung wisata malangga yang diresmikan tahun 2016 lalu, wisata seni dan budaya serta adat istiadat, wisata fauna berupa penangkapan burung endemik sulawesi yang di sebut burung maleo wisata danau dan goa yang unik dan wisata kuliner penulis mengibaratkan kabupaten Tolitoli “bidadari yang tertidur di tengah pulau Sulawesi”.

  Bidadari ini harus kita bangunkan karena berpotensi besar untuk meningkatkan devisa negara dan berpotensi untuk meningkatkan kesejatraan masyarakat secara global dunia kepariwisataan di Indonesia masih terkebelakang di banding asia bahkan aseanpadahal sektor pariwisata adalah sektor yang sangat riil untuk mendongkrak pendapatan negara. Kurs rupiah terhadap dolar amerika dan mata uang eropa dan asia yang perbedaannya sangat signifikan menjadikan indonesia sebagai kawasdan wisata termurah di dunia. Seorang wisatawan manca negara yang mengantongi $ 20.000 Dolar atau Pounsterling, Euro, Dolar Singapur, dolar australia ringgit malaysia sudah dapat berkeliling Indonesia. Peluang inilah yang harus kita manfaatkan.

  Dengan membenahi wilaya yang akan di kunjungi wisatawan. Unutuk mewujudkan impian besar di bidang kepariwisataan ini, negara harus turun tangan dengan berbagai regulasi,anggaran yang memadai dan sumber daya manusia yang memiliki potensi target penerimaan negara dari ssektor pariwisata tak akan pernah dicapai jika pemerintah pusat hanya mengandalkan daerah – daerah tertentu seperti pulau Jawa ,percepatan pembangunan kapariwisataan hendaknya di kerjakan lintas sektoral yang di perkuat dengan berbagai regulasi dari pusat hinggan daerah – daerah jika tidak progresnya pasti lambat pariwisata adalah pergerakan orang – orang dari satu tempat ke tempat lain yang akan menimbulkan biaya berupa biaya makan, penginapan, transporasi. Belanja akibat yang timbul dari sisi ekomomi adalah peningkatan devisa dan kesejahteraan masyarakat. Persoalaan yang kerap kali muncul di daerah daerah dalam pembangunan kepariwisataan adalah ego sektoral, minimnya anggaran dan minimnya sumber daya manusia yang memiliki kopetensi di bidang ini dan minimnya keterlibatan pihak swasta. Daerah daerah hanya mengandalkan anggaran APBD untuk membangun fasilitas kepariwisataan yang tentunya sangat minim apalagi daerah daerah yang penerimaan PAD nya kecil tentu butuh rentang waktu panjang untuk menyalesaikan pembangunan periwisata daerah keadaan ini akan menyulitkan akses keluar masuk wisatawan karena keterbatasan fasilitas bandara pelabuhan laut dan transportasi darat persoalan lain, tentu pembangunan destinasi pariwisata selalu mengalami kendala karna minimnya anggaran ,sekarang persoalan ini tergantung kita semua apakah keindahan alam indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang marupakan anugrah Tuhan Yang Maha Esa kita biarkan tertidur dan tidak menghasilkan apapun atau kita bangun bersama untuk kesejahteraan seluruh masyarakat? selalu menjadi kendala karna minimnya anggaran sekarang persoalan ini tergantung kita semua apakah keindahan alam indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang marupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa kita biarkan tertidur dan tidak menghasilkan apapun atau kita bangun bersama untuk kesejatraan seluruh masarakat keindahan alam ,keberagaman budaya adalah aset masa depan bangsa yang tak pernah habis dibanding gas dan minyak bumi. Mari kita jadikan seluruh kawasa indonesia sebagai kawasa destinasi wisata untuk menunjang keberlangsungan pembanguan dan mempercepat ksejatraan rakyat.
Penulis : Akhyar Tauhid Staf Dinas Periwisata Kabupaten Tolitoli